Tadarus Al-Qur`an Bahasa Isyarat (Foto: Kemenag)
INDONESIAINFO.ID - Dua inisiatif tersebut, yakni Mesra (Mengenal Kajian Surah Al-Quran Selama Bulan Ramadan) dan TAQI (Tadarus Al-Qur’an Isyarat), bertujuan untuk memperluas wawasan masyarakat mengenai kandungan Al-Quran, termasuk bagi penyandang disabilitas.
Program Mesra dikemas dalam bentuk video singkat berdurasi sekitar 5-7 menit yang membahas asal-usul nama-nama surah dalam Mushaf Standar Indonesia (MSI). Dalam setiap episode, seorang narasumber akan menjelaskan latar belakang penamaan surah, dasar penetapannya, serta dalil yang melandasinya, termasuk berbagai nama lain yang mungkin digunakan untuk menyebut surah tersebut.
"Insya Allah, Mesra akan mulai ditayangkan pada malam pertama Ramadan pukul 20.00 WIB. Konten ini akan tersedia di berbagai platform media sosial resmi LPMQ, seperti TikTok Lajnah Kemenag RI, Instagram lpmq_kemenag-ri, Facebook Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, serta YouTube @LajnahKemenag," ujar Syahrul, Humas LPMQ, di Jakarta, pada Jumat (28/2).
Ia berharap, Mesra dapat menjadi referensi tambahan bagi masyarakat dalam memahami lebih dalam nama-nama surah yang terdapat dalam Al-Qur’an sepanjang bulan Ramadan.
Selain Mesra, LPMQ juga memperkenalkan TAQI (Tadarus Al-Qur’an Isyarat), sebuah program yang dikhususkan bagi Penyandang Disabilitas Sensorik Rungu Wicara (PDSRW).
Kegiatan ini akan menghadirkan Juru Bahasa Isyarat, Praktisi Pendidikan PDSRW, serta Tim Kajian Al-Qur’an Isyarat LPMQ, sehingga proses tadarus dapat berjalan interaktif.
Program TAQI dijadwalkan berlangsung setiap hari melalui Zoom Meeting mulai 3 Maret 2025 pukul 09.00 WIB. Acara ini akan dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM), Prof. Dr. Muhammad Ali Ramdhani.
"Kami ingin menjadikan Ramadan ini sebagai momentum untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an, termasuk bersama saudara-saudara kita yang memiliki keterbatasan sensorik. Oleh karena itu, kami menghadirkan TAQI sebagai wadah bagi mereka untuk ikut serta dalam tadarus Al-Qur’an," ujar Abdul Aziz Sidqi, Kepala LPMQ.
Dua program unggulan ini tidak hanya dirancang untuk menyemarakkan suasana Ramadan, tetapi juga sebagai media sosialisasi atas hasil kajian Al-Qur’an yang telah dikembangkan oleh LPMQ. Dengan inovasi ini, masyarakat diharapkan lebih mudah mengakses dan memahami Al-Qur’an melalui berbagai platform digital resmi LPMQ.
"Harapan kami, program Mesra dan TAQI dapat menjadi jembatan bagi masyarakat untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an, baik bagi kalangan umum maupun penyandang disabilitas. Ramadan adalah waktu yang tepat untuk memperkuat hubungan kita dengan kitab suci," tambah Abdul Aziz.
Melalui program ini, LPMQ berkomitmen untuk terus berinovasi dalam menyebarluaskan pemahaman Al-Qur’an secara lebih luas, sehingga Ramadan tahun ini menjadi lebih bermakna bagi semua kalangan.