• NEWS

Legislator PKB Desak Pemerintah Ungkap Dalang Kaburnya Pimpinan KKB

Vaza Diva Fadhilah Akbar | Minggu, 02 Mar 2025 06:19 WIB
Legislator PKB Desak Pemerintah Ungkap Dalang Kaburnya Pimpinan KKB Anggota Komisi XIII DPR RI, Ahmad Iman Sukri (Foto: Ist)

INDONESIAINFO.ID - Pimpinan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Yahukimo, Penihas Heluka alias Kopi Tua Heluka telah kabur dari Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Wamena bersama dengan enam rekannya. Dalam hal ini anggota Komisi XIII DPR RI, Ahmad Iman Sukri memberikan tanggapannya. 

Iman meminta untuk pemerintah, melalui aparat keamanan segera melakukan pengejaran dan menangkap kembali narapidana. Lebih lanjut, ia juga mendesak untuk adanya penyelidikan terkait penyebab insiden kaburnya pimpinan KKB tersebut.

"Kejadian ini sangat disayangkan dan memperihatinkan, serta menunjukkan adanya celah keamanan yang serius di lapas Wamena, Pemerintah harus segera bertindak cepat dan mengungkap akar permasalahan yang menyebabkan mereka bisa kabur," ujar legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam keterangannya di Jakarta, pada Minggu (2/3).

Kemudian Iman juga menilai, bahwa kaburnya Heluka dan enam rekannya dapat berpotensi mengancam stabilitas keamanan di wilayah Papua, khusunya Yahukimo.

Heluka yang merupakan pimpinan KKB Yahukimo ini telah divonis 13 tahun penjara atas keterlibatannya dengan pembunuhan aparat keamanan. "Ini bukan narapidana biasa, dia memiliki banyak jaringan dan pengaruh yang bisa membahayakan masyarakat jika tidak segera ditangkap." kata dia.

Iman juga meminta agar pemerintah mengevaluasi sistem keamanan di seluruh lapas di Indonesia, terutama daerah rawan seperti Papua, insiden ini menjadi kelamahan dalam pengawasan dan prosedur kemanan di lapas Wamena.

Dia juga mengapresiasi upaya Satgas Dama Cartenz yang telah menangkap kembali WK (28), satu dari tujuh narapidana yang melarikan diri. Namun, dia mendorong agar upaya pengejaran terus dilakukan, terutama Heluka.

"Diharapkan masyarakat juga berpartisipasi dengan memberikan informasi jika mengetahui keberadaan terhadap narapadina yang kabur," tambah Imam.

Diketahui, Heluka dan enam rekannya kabur dari Lapas Wamena, pada Selasa (25/2) dengan cara membobol pagar pertama menggunakan tang potong dan memanjat pagar kedua menggunakan tali yang dikatkan pada kawat yang berduri.