Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Ahmad Moetaba (Foto: Ist)
INDONESIAINFO.ID - Layanan perbankan digital Bank DKI mengalami gangguan sejak 29 Maret 2025 dan belum pulih hingga 5 April. Gangguan tersebut berdampak signifikan terhadap aktivitas nasabah, terutama di masa menjelang Hari Raya Idul Fitri yang identik dengan kebutuhan transaksi cepat.
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Ahmad Moetaba, melontarkan kritik tajam terhadap lambannya respons manajemen Bank DKI dalam menangani masalah tersebut. Ia menyebut kegagalan sistem perbankan ini sebagai hal serius, terlebih mengingat Bank DKI merupakan lembaga keuangan milik daerah.
“Saya sudah mengingatkan soal potensi masalah pada sistem online banking Bank DKI dalam rapat kerja beberapa pekan lalu. Tapi nyatanya, tidak ada perbaikan yang berarti. Ini sangat mengecewakan, apalagi untuk institusi sebesar Bank DKI,” ujarnya, pada Sabtu (5/4).
Menurut Ahmad, gangguan sistem yang berlangsung berhari-hari menunjukkan lemahnya antisipasi dan manajemen krisis di internal Bank DKI. Ia menilai kemampuan manajemen bank masih jauh dari harapan untuk bersaing di era digital saat ini.
“Sistem digital adalah tulang punggung layanan bank saat ini. Kalau butuh waktu selama ini untuk memperbaiki, bagaimana Bank DKI bisa menghadapi tantangan digital banking ke depan?” tambahnya.
Komisi B DPRD DKI mendorong pembenahan menyeluruh terhadap sistem teknologi informasi Bank DKI agar tidak tertinggal dari bank-bank swasta yang dinilai lebih sigap dan profesional dalam mengatasi masalah teknis.
“Bank DKI harus melakukan modernisasi dan membuktikan bahwa bank milik daerah juga bisa unggul dalam pelayanan. Tanpa peningkatan kualitas dan profesionalitas, kepercayaan publik terhadap bank daerah bisa terus menurun,” tutup Ahmad.