Mantan Menteri Kesehatan, Siti Fadila (baju hitam) saat menjadi narasumber di acara Diskusi Publik yang bertema `Perlukah Ujicoba Vaksin?`(Foto: Vaza/Indonesiainfo.id)
Jakarta, INDONESIAINFO.ID - Mantan Menteri Kesehatan RI periode 2004–2009, Siti Fadila, angkat bicara terkait uji coba vaksin Tuberkulosis (TBC) yang mulai dilaksanakan pemerintah Indonesia sejak tahun 2024.
Pernyataan ini disampaikan dalam acara Diskusi Publik yang diselenggarakan oleh Yayasan Konsumen Muslim Indonesia (YKMI), Jumat (23/5), dengan tema “Perlukah Uji Coba Vaksin TBC?”
Siti Fadila menyoroti keterlibatan pihak asing dalam program ini, termasuk kedatangan tokoh filantropi global, Bill Gates, yang disebut-sebut menawarkan program vaksin TBC dengan klaim bahwa vaksin tersebut dapat "menyelamatkan dunia."
Namun, ia menegaskan bahwa program ini belum sepenuhnya aman, meskipun telah melibatkan sekitar 2.000 relawan dari berbagai rumah sakit di Indonesia.
"Kalau uji coba ini sudah dikatakan aman oleh Juru Bicara Istana, utusan presiden, dan Menteri Kesehatan, aman darimana?" ujar Siti Fadila.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa penyakit TBC tidak selalu harus ditanggulangi dengan vaksin. Ia menyarankan pendekatan eradikasi, yakni menyembuhkan pasien hingga tidak menular lagi, sebagai strategi yang lebih tepat.
“Jika tujuannya mengurangi jumlah penderita, vaksin ini sebenarnya tidak relevan. Vaksin ini hanya untuk TBC laten, sedangkan TBC laten itu tidak membuat orang sakit atau menulari orang lain,” jelasnya.
Siti Fadila juga menyerukan agar YKMI menggugat Kementerian Kesehatan atas pelaksanaan uji coba vaksin ini tanpa melakukan prosedur halal atau tidaknya barang yang masuk ke Indonesia.
Meskipun secara realistis ia mengakui bahwa proses uji coba telah berjalan dan tinggal menunggu tahap legitimasi, ia tetap menyuarakan penolakan terhadap penerapan vaksin TBC untuk seluruh masyarakat Indonesia.
“Kalau sudah uji coba, kita tidak bisa menolak. Nanti kalau sudah lolos, akan diaplikasikan ke seluruh masyarakat Indonesia,” tutupnya.