Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar (kanan) dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin (kiri) (Foto: kemenag)
Jakarta, Indonesiainfo.id - Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menerima audiensi Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat, untuk membahas kesiapan Jawa Tengah menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur`an (MTQ) Nasional 2026.
Dalam pertemuan yang juga dihadiri Dirjen Bimas Islam, Abu Rokhmad, dan Kakanwil Kemenag Jateng, Saiful Mujab, Menag mendorong adanya inovasi penyelenggaraan MTQ, tak hanya dari sisi teknis lomba, tetapi juga pengayaan intelektual.
“Ide seminar ketuhanan dengan narasumber dari Mesir, Amerika, dan Eropa, mengangkat tema hubungan antara sains dan teologi, bisa jadi terobosan baru,” ujar Menag, pada Kamis (10/7).
Lebih dari itu, Menag menekankan MTQ bukan sekadar ajang religius, tapi juga potensi besar mendorong ekonomi lokal.
“Biayanya mungkin besar, tapi manfaatnya langsung terasa, hotel penuh, transportasi hidup, UMKM ramai,” ujarnya.
Wagub Taj Yasin menyambut antusias arahan tersebut. Ia menyatakan kesiapan anggaran dan menunggu Keputusan Menteri Agama (KMA) untuk langkah lanjutan.
“Alhamdulillah secara lisan sudah disetujui. Kami tinggal menunggu keputusan resmi agar bisa menyampaikan ke DPRD,” ucapnya.
Wagub juga menyoroti pentingnya inovasi di semua lini MTQ, termasuk sistem penjurian dan aspek pengembangan ilmu. “Arahan Pak Menteri sangat jelas, harus ada yang beda, lebih berdampak, lebih luas,” pungkasnya.