• EKSEKUTIF

Tunjangan Guru Non-ASN Naik Jadi Rp2 Juta per Bulan

Vaza Diva Fadhilah Akbar | Minggu, 13 Jul 2025 17:23 WIB
Tunjangan Guru Non-ASN Naik Jadi Rp2 Juta per Bulan Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar (Foto: kemenag)

Jakarta, Indonesiainfo.id - Pemerintah resmi menaikkan tunjangan profesi bagi guru bukan Aparatur Sipil Negara (ASN) binaan Kementerian Agama sebesar Rp500 ribu.

Kenaikan ini berlaku bagi para guru yang belum memiliki kesetaraan jabatan, pangkat, dan kualifikasi akademik dengan PNS.

Keputusan ini mengacu pada arahan Presiden Prabowo Subianto dan tertuang dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) No. 646 Tahun 2025. Dengan kebijakan baru ini, tunjangan profesi guru non-ASN yang sebelumnya sebesar Rp1,5 juta, kini menjadi Rp2 juta per bulan.

“Alhamdulillah, sesuai arahan Presiden Prabowo, tunjangan profesi guru non-ASN naik menjadi dua juta rupiah per bulan. Ini adalah bentuk komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik,” kata Menteri Agama Nasaruddin Umar di Jakarta, pada Minggu (13/7).

Sebanyak 227.147 guru non-ASN di bawah naungan Kemenag akan menerima tunjangan ini. Mereka tersebar dalam enam direktorat jenderal, yakni:

196.119 guru madrasah (Ditjen Pendidikan Islam – GTK)

17.240 guru Pendidikan Agama Islam (Ditjen Pendidikan Islam – PAI)

12.432 guru binaan Ditjen Bimas Kristen

856 guru binaan Ditjen Bimas Katolik

220 guru binaan Bimas Buddha

280 guru binaan Bimas Hindu

Selain kenaikan tunjangan bulanan, pemerintah juga akan membayarkan rapelan kekurangan sejak Januari 2025 sebesar Rp500.000 per bulan per guru.

“Kebijakan ini adalah bentuk afirmasi negara untuk meningkatkan kesejahteraan guru non-ASN, khususnya guru agama,” tegas Menag.

Ia menambahkan, pihaknya telah menginstruksikan Kanwil Kemenag di seluruh Indonesia untuk segera menyosialisasikan aturan ini ke tingkat kabupaten/kota dan mempercepat proses pencairan tunjangan tersebut.

“Inspektorat Jenderal Kemenag juga akan dilibatkan untuk mengawal proses pencairan agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” pungkas Nasaruddin.