• EKSEKUTIF

Menag Sambut Penilaian Komnas HAM, Dorong Keadilan bagi Pendidikan Keagamaan

Vaza Diva Fadhilah Akbar | Rabu, 16 Jul 2025 11:01 WIB
Menag Sambut Penilaian Komnas HAM, Dorong Keadilan bagi Pendidikan Keagamaan Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar saat menerima audiensi dari Komnas HAM (Foto: kemenag)

Jakarta, Indonesiainfo.id - Kementerian Agama menyatakan dukungan penuh terhadap rencana Penilaian Hak atas Pendidikan yang akan dilakukan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

Langkah ini dipandang sebagai wujud keterbukaan dan keseriusan Kemenag dalam menciptakan pendidikan yang inklusif dan anti-diskriminasi.

Hal itu disampaikan langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar saat menerima kunjungan tim Komnas HAM di kantor Kemenag, Jakarta, Selasa (15/07).

Komnas HAM adalah cermin bagi kami untuk terus memperbaiki layanan pendidikan. Penilaian ini membantu kami melihat titik kuat dan lemah, terutama dalam menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” ujar Menag.

Ia menyoroti pentingnya keadilan dalam distribusi anggaran, khususnya bagi madrasah dan pesantren yang selama ini berperan besar dalam sejarah dan pendidikan bangsa, namun belum sepenuhnya mendapat perhatian setara dari negara.

“Madrasah dan pesantren berdiri jauh sebelum kemerdekaan. Sayangnya, setelah merdeka, justru perhatian terhadap mereka dari sisi pendanaan masih kurang,” tegasnya.

Kemenag menjadi salah satu dari tujuh kementerian yang ditunjuk untuk mengikuti penilaian tahun ini. Evaluasi akan menyasar struktur kebijakan, program pendidikan, dan jangkauan terhadap kelompok rentan.

Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah, menyampaikan bahwa penilaian akan mencakup madrasah, pesantren, dan lembaga pendidikan keagamaan lainnya. Penilaian berbasis pada sepuluh indikator, termasuk prinsip kesetaraan akses, fasilitas pendidikan, dan pemenuhan hak anak berkebutuhan khusus.

Wakil Ketua Komnas HAM Bidang Eksternal, Putu Elvina, menambahkan bahwa lembaga pendidikan yang ramah terhadap kelompok rentan menjadi salah satu sorotan utama dalam penilaian.

Audiensi juga dihadiri oleh sejumlah pejabat Kemenag, termasuk Staf Khusus Menag, Direktur GTK Madrasah, Direktur Pesantren, dan pakar hukum serta HAM.

Menag berharap, penilaian ini menjadi momentum memperkuat posisi pendidikan keagamaan dalam sistem pendidikan nasional yang adil dan menjangkau semua kalangan.