Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana (Foto: kemenpar)
Jakarta, Indonesiainfo.id - Kementerian Pariwisata (kemenpar) memberikan pembekalan kepada para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) lewat pelatihan dasar (Latsar) guna mempersiapkan Sumber Daya Manusia yang berdaya saing global.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya Kemenpar memperkuat kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di sektor pariwisata, sekaligus mendukung Asta Cita ke-4 Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
“Hal ini sejalan dengan semangat besar Presiden Prabowo yang tertuang dalam salah satu Asta Cita, yakni memperkuat pembangunan sumber daya manusia,” ujar Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, dalam sambutannya saat membuka kegiatan Latsar secara daring, Senin (4/8/2025).
Dalam Latsar tersebut, para CPNS dibekali pemahaman dan keterampilan dasar untuk menjalankan tugas sebagai ASN. Materi pelatihan mencakup penguatan nilai-nilai kebangsaan, etika dan moral, profesionalisme, serta kompetensi teknis yang relevan dengan bidang kerja masing-masing.
Mereka juga mendapatkan pembinaan terkait internalisasi nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK, yakni: berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif. Nilai-nilai ini menjadi fondasi ASN yang andal dan profesional.
Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas SDM Aparatur dan Pendidikan Vokasi Kemenpar, Andar Danova L. Goeltom, menjelaskan bahwa pelaksanaan Latsar kali ini dilakukan secara mandiri dan penuh dengan metode distance learning.
“Peserta akan menjalani tahapan pembelajaran daring, mulai dari e-learning, pembelajaran klasikal melalui Zoom, hingga habituasi dan penyusunan laporan aktualisasi di unit kerja masing-masing,” jelasnya.
Pembelajaran mandiri telah dimulai sejak 4 Agustus 2025, sementara pembelajaran klasikal akan berlangsung dalam dua gelombang, mulai 15 Agustus mendatang.
Andar menegaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi ASN, tetapi juga menjadi bagian dari strategi besar mewujudkan pariwisata Indonesia yang berkelanjutan dan berdaya saing global.
(Atiqah Zahra/Magang)