Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu, Abdul Haris (Foto: Ist)
Surabaya, Indonesiainfo.id - Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (PM) mengajak mahasiswa untuk tetap konsisten menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu, Abdul Haris, menegaskan bahwa kegiatan pengabdian tersebut harus memiliki misi yang terarah dan jelas.
Salah satunya adalah misi untuk membantu mengurangi angka kemiskinan, selaras dengan target dan program prioritas pemerintah.
Pernyataan tersebut disampaikan Abdul Haris saat membuka babak final Innovilleague, yakni Liga Pemberdayaan Masyarakat Desa 2025, yang berlangsung di Universitas Negeri Surabaya pada Rabu (13/8).
“Salah satu misi utama ketika turun ke masyarakat adalah pengentasan kemiskinan. Kita harus memastikan bahwa setiap langkah pengabdian memberi dampak nyata,” kata Deputi Haris dalam keterangan tertulis.
Kompetisi Innovilleague merupakan program inisiasi dari Kemenko PM yang berkolaborasi dengan Forum Rektor Indonesia (FRI) dan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI).
Tahun ini Innovilleague diikuti oleh 482 tim, dengan total peserta 1.894 mahasiswa perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Seluruh tim saling beradu Gagasan Pemberdayaan Masyarakat (GPM), hingga terpilih 8 tim yang melaju ke babak final.
Deputi Haris menyampaikan bahwa kompetisi ini menjadi wujud nyata keterbukaan pemerintah terhadap terobosan kemajuan dan inovasi yang datang dari berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi.
Lebih lanjut, kata Abdul Haris, pengentasan kemiskinan merupakan agenda prioritas Presiden Prabowo yang sudah tertuang dalam RPJMN Asta Cita Nomor 6 dan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025.
Kemudian, target pemerintah adalah menurunkan angka kemiskinan menjadi 4,5% pada 2029 dan mencapai kemiskinan ekstrem nol persen pada 2026. Berdasarkan rilis BPS Juli 2025, angka kemiskinan nasional tercatat 8,47%.
Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Pengembangan, Kerja Sama, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi Universitas Negeri Surabaya Prof. Dwi Cahyo Kartiko.
Pada kompetisi ini terdapat 5 (lima) panelis, di antaranya Direktur Jendral PPDT Kementerian Desa PDT, Samsul Widodo, Staf Ahli Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Sugeng Bahagijo, Komisaris ID Food, Prof. Ali Agus, Asisten Deputi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Diah Kusuma Pitasari, dan Asisten Deputi Pemberdayaan Masyarakat Daerah Tertinggal, Leo Efriansa.
Gagasan Pengabdian Masyarakat (GPM) yang ditawarkan oleh para mahasiswa mengandung inovasi beragam dan bermanfaat. Seperti; Aplikasi untuk Membangun Ekosistem pengentaskan pengangguran, Pemasaran Digital, Pengelolaan Desa Wisata, hingga Pengolahan Limbah Minyak Jelantah.
Setelah melalui seleksi ketat, terpilih 8 tim finalis yang berasal dari:
1. Universitas Sumatera Utara
2. Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Jakarta
3. Universitas Indonesia
4. Universitas Padjadjaran
5. Universitas Negeri Surabaya
6. Universitas Pendidikan Ganesha
7. Universitas Lambung Mangkurat
8. Universitas Negeri Gorontalo
Proses kurasi gagasan dalam Innovilleague 2025 melibatkan peran strategis Forum Rektor Indonesia (FRI) dan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI), terutama pada tahap penjurian.
Dari total 15 tim terbaik yang lolos seleksi awal, FRI dan MRPTNI memastikan kualitas ide yang diusulkan, hingga akhirnya terpilih 8 tim finalis yang dinilai memiliki inovasi paling potensial, relevan, dan aplikatif untuk pemberdayaan masyarakat desa.