Rumah Apung dan Rumah Panggung, warga Muara Angke, Jakarta Utara (Foto: kemhan)
Jakarta, Indonesiainfo.id - Dalam momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Kementerian Pertahanan RI menekankan bahwa arti kemerdekaan tidak semata bebas dari penjajahan, tetapi juga memastikan setiap warga negara hidup aman, layak, dan optimis menyongsong masa depan. "Merdeka untuk semua" dimaknai sebagai hak yang setara bagi seluruh rakyat, termasuk masyarakat pesisir yang selama ini hidup dalam ketidakpastian dan rentan terhadap bencana.
Sebelum adanya Rumah Apung dan Rumah Panggung, warga Muara Angke, Jakarta Utara, tinggal di kawasan yang hampir setiap saat terancam banjir rob dan abrasi.
Dengan kondisi hunian seadanya, mereka hidup berdampingan dengan risiko alam tanpa jaminan keselamatan dan kenyamanan jangka panjang.
Menanggapi situasi tersebut, Kementerian Pertahanan RI bersama Universitas Pertahanan (Unhan) RI menjalankan program pengabdian masyarakat sebagai langkah nyata.
Inisiatif ini sejalan dengan visi Prabowo Subianto untuk membangun pertahanan yang kuat sekaligus berpihak pada rakyat. Melalui program ini, dibangun 12 unit Rumah Panggung dan 6 unit Rumah Apung yang kini menjadi tempat tinggal aman bagi 72 jiwa.
Kawasan tersebut dilengkapi fasilitas olahraga, taman, pedestrian dan jembatan apung, PLTS off-grid, desalinasi air laut, hingga instalasi pengolahan limbah air.
Dengan hadirnya hunian yang aman dan berkelanjutan, warga kini menikmati lingkungan yang sehat, produktif, dan lebih manusiawi. Perubahan ini memberi dampak tidak hanya secara fisik, tetapi juga psikologis mengembalikan rasa tenang, rasa memiliki, serta semangat membangun masa depan bersama keluarga.
Karena itulah, kemerdekaan tidak cukup hanya dirayakan, tapi harus diwujudkan. Dan Kementerian Pertahanan RI mewujudkannya melalui aksi nyata di tengah masyarakat.
Ini adalah bentuk pertahanan yang membangun, menjunjung nilai kemanusiaan, dan memperkuat ketahanan sosial dari akar. Inilah makna sejati dari Merdeka untuk Semua.