• EKSEKUTIF

DWP Kemenko PM Dorong Kemandirian Siswa SLB Lewat Hidroponik

Vaza Diva Fadhilah Akbar | Rabu, 20 Agu 2025 21:36 WIB
DWP Kemenko PM Dorong Kemandirian Siswa SLB Lewat Hidroponik Pembina DWP Kemenko PM, Rustini Muhaimin Iskandar (Foto: Ist)

Jakarta, Indonesiainfo.id - Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat mengadakan pelatihan hidroponik bagi siswa dan guru di SLB B/C Harapan Ibu, Kemayoran, Jakarta, pada Rabu (20/8/2025).

Dalam kegiatan ini, DWP Kemenko PM bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) yang menghadirkan tim teknis untuk memberikan pembelajaran langsung di lapangan.

Mengusung semangat perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, pelatihan tersebut ditujukan untuk menambah pengetahuan sekaligus membekali keterampilan praktis para peserta didik berkebutuhan khusus di bidang pertanian urban. Fokus utamanya adalah sistem hidroponik yang dinilai ramah lingkungan, berkelanjutan, dan mampu menjadi sarana pemberdayaan yang inklusif.

Pembina DWP Kemenko PM, Rustini Muhaimin Iskandar, dalam kesempatan itu menyampaikan rasa syukur atas kemerdekaan bangsa yang telah menginjak usia 80 tahun.

"Kita bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas anugerah kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan darah dan air mata para pendahulu kita. Delapan puluh tahun lalu, Indonesia merdeka dari penjajahan. Tapi hari ini, kita juga harus merdeka untuk bermimpi, untuk berkarya, dan untuk saling memberdayakan satu sama lain," ujar Rustini mengawali sambutan.

Ia juga menekankan pentingnya momentum HUT RI ke-80 sebagai refleksi dan pengingat bahwa kemerdekaan bukan sekadar bebas dari penjajahan fisik, melainkan juga kebebasan untuk membangun masa depan yang lebih adil dan inklusif.

Pelatihan hidroponik dipilih karena dinilai relevan dengan tantangan dan peluang zaman. Selain menjadi solusi pertanian urban yang efisien, hidroponik juga dinilai sebagai keterampilan praktis yang bisa dimulai dari rumah, bahkan oleh individu dengan keterbatasan fisik sekalipun.

"Hidroponik adalah teknologi sederhana yang membuka peluang luar biasa. Siapa saja bisa melakukannya, termasuk teman-teman disabilitas. Ini bukan hanya soal bertanam, tapi tentang membuka jalan menuju kemandirian ekonomi dan keberdayaan diri," kata Rustini.

Ia menegaskan bahwa setiap anak bangsa berhak untuk belajar, tumbuh, dan menjadi mandiri. Disabilitas bukan halangan untuk berdaya, melainkan tantangan yang bisa ditaklukkan dengan semangat dan kesempatan.

Selanjutnya Rustini mengajak semua pihak untuk menjadikan pelatihan ini sebagai awal dari gerakan pemberdayaan yang lebih luas.

"Kita semua merdeka untuk bermimpi dan mewujudkan potensi terbaik dalam diri kita. Indonesia akan semakin kuat bila semua warganya diberdayakan, tanpa terkecuali. Mari terus menyalakan semangat kemerdekaan melalui aksi nyata, bukan sekadar seremonial," pungkasnya.

Acara ini juga turut dihadiri oleh Ketua DWP Kemenko PM Nungky Andie, jajaran pengurus Kemenko PM, Kepala Sekolah SLB Harapan Ibu Sri Handayani, tim Narasumber dari IPB, Kepala Seksi PAUD PMPK Fitriani, para guru dan siswa SLB, serta sejumlah tamu undangan lainnya. Antusiasme peserta sangat tinggi, terbukti dari semangat mereka dalam mengikuti setiap sesi pelatihan dengan penuh perhatian dan keingintahuan.