Penyerangan terhadap Masyarakat Adat Sihaporas di Buttu Pangaturan, Kabupaten Simalungun (Foto: Ist)
Jakarta, Indonesiainfo.id - Insiden penyerangan yang dilakukan oleh pekerja PT Toba Pulp Lestari (PT TPL) terhadap masyarakat adat Sihaporas di Buttu Pangaturan, Kabupaten Simalungun pada Senin (22/9), sekitar pukul 08.00 WIB.
Sekitar 150 orang yang terdiri dari sekuriti PT TPL, buruh harian lepas (BHL), dan diduga preman bayaran berkumpul di lokasi dengan membawa senjata seperti potongan kayu panjang, tameng, dan mengenakan helm.
Masyarakat adat yang berjumlah sekitar 30 orang yang sedang berkumpul di rumah bersama mencoba menghadang dan mengajak diskusi, namun upaya tersebut ditolak oleh pekerja PT TPL.
Salah seorang sekuriti PT TPL mengeluarkan perintah, “dorong saja,” yang menyebabkan dorong-dorongan. Ketika warga mencoba menahan, mereka langsung dipukuli dengan tongkat kayu dan dilempar batu, mengakibatkan lima orang warga mengalami luka-luka.
Selain itu, pekerja PT TPL merusak fasilitas masyarakat, termasuk posko perjuangan dan sepeda motor, di mana enam sepeda motor rusak, serta rumah warga juga mengalami kerusakan.
Hingga saat ini, masyarakat adat Sihaporas masih bertahan di Buttu Pangaturan dan merasa khawatir akan serangan susulan karena pekerja PT TPL masih berkumpul di sekitar lokasi.