• EKSEKUTIF

Prabowo Siap Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

Vaza Diva Fadhilah Akbar | Selasa, 23 Sep 2025 09:41 WIB
Prabowo Siap Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza Presiden Prabowo Subianto (Foto: Jurnas)

Jakarta, Indonesiainfo.id - Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa Indonesia siap mengerahkan pasukan untuk misi perdamaian di Gaza, Palestina.

“Kami siap untuk ambil bagian dalam upaya menuju perdamaian. Kami juga bersedia untuk menyiapkan pasukan perdamaian (untuk misi di Gaza),” ujar Presiden Prabowo saat berpidato dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) mengenai Palestina dan Solusi Dua Negara di Markas PBB, New York, Senin (22/9) waktu setempat dikutip dari Antara.

KTT ini merupakan bagian dari Sidang Ke-80 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA). Komitmen Indonesia untuk mengirim pasukan perdamaian sejalan dengan Deklarasi New York, yang disahkan Majelis Umum PBB pada 12 September 2025.

Deklarasi tersebut menekankan pengakuan penuh terhadap Palestina sebagai negara merdeka dan berdaulat, gencatan senjata, pelucutan senjata, serta akses penuh bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Sebanyak 142 negara anggota PBB menyetujui pembentukan misi internasional di bawah mandat Dewan Keamanan PBB untuk memulihkan stabilitas dan keamanan di Gaza.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo mendesak seluruh negara anggota PBB agar segera mengakui Palestina dan mendukung solusi dua negara sebagai jalan menuju perdamaian. Menurutnya, negara-negara yang mengakui Palestina berada di pihak yang benar dalam sejarah.

“Siapa pun yang luput untuk bertindak, ingat, sejarah tidak tinggal diam! Kita harus mengakui Palestina sekarang! Kita harus setop bencana kemanusiaan di Gaza! Kita harus menghentikan perang, dan itu harus jadi tujuan utama kita! Kita harus mengatasi rasa benci, ketakutan, dan rasa curiga. Kita harus wujudkan perdamaian,” tegas Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo juga memuji langkah sejumlah negara seperti Prancis, Kanada, Australia, Inggris, dan Portugal yang telah secara resmi mengakui Palestina sebagai negara merdeka dan berdaulat.

“Pengakuan itu menjadi kesempatan untuk mewujudkan perdamaian yang abadi. Pengakuan itu harus dimaknai sebagai perdamaian yang nyata bagi seluruh pihak, seluruh kelompok,” ujarnya.

KTT mengenai Palestina dan solusi dua negara diinisiasi oleh Prancis dan Arab Saudi, masing-masing diwakili Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Menlu Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud. Sesi pertama KTT diawali pidato Presiden Macron, Menlu Arab Saudi, dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.

Sesi kedua menampilkan pidato singkat dari 33 pemimpin delegasi yang mewakili negara dan organisasi seperti Uni Eropa dan Liga Arab. Presiden Prabowo berbicara pada urutan kelima, setelah Raja Jordania Abdullah II, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva, dan Presiden Portugal Marcelo Rebelo de Sousa.