Anggota Komisi XI DPR RI, Puteri Komarudin (Foto: DPR RI)
Jakarta, Indonesiainfo.id - Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri, Puteri Komarudin, menegaskan bahwa komunikasi politik dan pemanfaatan media digital menjadi kunci utama bagi kader muda dalam menjangkau dan membangun kedekatan dengan masyarakat luas.
Pernyataan itu disampaikan Puteri saat menjadi pembicara dalam sesi materi bertajuk Strategi Teknik Komunikasi Politik dan Media Digital pada kegiatan Diklat Kader Muda Nasional Partai Golkar Gelombang II di Bogor, Jawa Barat.
“Komunikasi politik adalah jembatan antara pemerintah dan rakyat, antara caleg dan konstituen. Tujuannya untuk membangun citra, mendapatkan legitimasi, menggalang dukungan, dan mengelola persepsi publik,” ujarnya dalam keterangan tertulis, pada Senin (6/10) dikutip dari Jurnas.com.
Lebih lanjut, Puteri menjelaskan bahwa komunikasi politik yang efektif harus dimulai dari pemahaman terhadap karakter audiens, baik dari sisi demografis, geografis, psikografis, maupun perilaku, agar pesan yang disampaikan bisa diterima secara optimal.
Ia menyebut ada dua pendekatan utama dalam strategi komunikasi politik, yakni kampanye langsung (tatap muka) dan pemanfaatan media digital yang dinilai mampu memperluas jangkauan sekaligus menekan biaya kampanye.
Namun, Puteri juga mengingatkan adanya tantangan tersendiri dalam penggunaan media digital, seperti serangan siber, pendengung (buzzer), dan fenomena ruang gema (echo chamber) yang membuat opini publik terjebak dalam sudut pandang sempit.
Dalam konteks media sosial, Puteri menekankan pentingnya konsistensi dan personal branding bagi kader muda. Menurutnya, keberhasilan komunikasi tidak hanya ditentukan oleh tampilan visual, tetapi juga oleh nilai dan pesan yang relevan.
“Kader muda Golkar harus bijak dan cerdas dalam membuat konten. Gunakan tujuh menit pertama untuk menarik perhatian audiens agar pesan kita bisa diterima dengan baik,” tegasnya.
Puteri juga mengimbau agar setiap kader mampu melakukan analisis data konten sebagai dasar penyusunan strategi digital.
“Lihat data demografi audiens, usia, jenis kelamin, serta konten apa yang paling banyak dilihat. Semua ini penting sebagai bahan evaluasi agar komunikasi kita semakin tepat sasaran,” tambahnya.
Di hadapan peserta yang berasal dari 14 provinsi, Puteri berpesan agar kader muda Golkar dapat menjadi wajah baru partai yang modern dan dekat dengan masyarakat.
“Gunakan media sosial bukan hanya untuk eksistensi, tapi untuk edukasi dan inspirasi. Jadilah komunikator yang bijak, kreatif, dan bertanggung jawab karena suara rakyat hari ini terbentuk dari informasi yang mereka lihat dan dengar,” pungkasnya.