• NEWS

Muhammadiyah Angkat Isu Kemanusiaan di World Peace Forum ke-9

Vaza Diva Fadhilah Akbar | Kamis, 06 Nov 2025 21:54 WIB
Muhammadiyah Angkat Isu Kemanusiaan di World Peace Forum ke-9 Acara konferensi pers World Peace Forum (WPF) ke-9 di Jakarta (Foto: Vaza/Indonesiainfo.id)

Jakarta, Indonesiainfo.id - Steering Committee World Peace Forum (WPF), Syafiq A. Mughni, menegaskan pentingnya memperkuat nilai wasatiyyat atau moderasi beragama sebagai fondasi membangun perdamaian dunia.

Hal tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers Steering Committee (SC) World Peace Forum (WPF) ke-9: Considering Wasatiyyat and Tionghoa for Global Collaboration yang digelar di Jakarta, Kamis (6/11).

Syafiq menjelaskan, prinsip wasatiyyat Islam bukan hanya menjadi konsep teologis, tetapi juga cara berpikir yang relevan bagi kehidupan global. Menurutnya, nilai-nilai moderasi tidak hanya dimiliki umat Islam, melainkan juga ditemukan dalam ajaran agama dan budaya lain.

“Gerakan wasatiyyat ini tidak boleh berdiri sendiri. Kita harus bergandengan dan membangun kekuatan bersama untuk memperkokoh perdamaian dan kehidupan yang harmonis bagi seluruh umat manusia,” ujar Syafiq.

Dalam forum kali ini, Syafiq menekankan pentingnya menggali pemikiran serupa dari berbagai budaya dan peradaban, termasuk dari komunitas Tionghoa. Upaya tersebut, katanya, diharapkan dapat melahirkan gagasan universal yang kuat demi membangun dunia yang lebih baik.

Selain fokus pada tema besar wasatiyyat dan kolaborasi lintas budaya, Syafiq juga menyoroti peran Muhammadiyah dalam agenda side event World Peace Forum ke-9. Ia mengungkapkan, Muhammadiyah akan mengangkat dua isu utama dalam kegiatan pendamping tersebut.

Pertama, tentang aksi kemanusiaan Muhammadiyah untuk Palestina, yang selama ini telah dilakukan secara berkelanjutan. Syafiq menegaskan bahwa pengalaman Muhammadiyah dalam penanganan krisis kemanusiaan perlu dibagikan kepada masyarakat internasional.

Muhammadiyah telah lama terlibat dalam aksi kemanusiaan global. Bahkan Emergency Medical Team (ERT) Muhammadiyah kini telah disertifikasi oleh WHO, sehingga dapat bertugas di berbagai belahan dunia tanpa harus meminta izin lembaga lain,” jelasnya.

Kedua, forum akan membahas tentang penguatan jaringan internasional Muhammadiyah melalui kerja sama dengan sister organization dan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) di berbagai negara.

Saat ini, tercatat ada organisasi sejenis Muhammadiyah di lebih dari 30 negara dengan struktur hukum masing-masing, namun tetap memiliki visi dan misi dakwah serta kemanusiaan yang sejalan dengan Muhammadiyah di Indonesia.

“Mereka memiliki pandangan hidup dan program yang sama. Hubungan ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Muhammadiyah bersifat universal dan bisa berkontribusi bagi perdamaian dunia,” tambah Syafiq.

World Peace Forum ke-9 ini diharapkan menjadi ruang strategis bagi kolaborasi lintas agama, budaya, dan bangsa untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun tatanan dunia yang damai dan berkeadilan.

Agenda World Peace Forum ke-9 akan diadakan pada tanggal 9-11 November di Jakarta dan dihadiri beberapa tokoh besar, seperti, mantan Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu`ti, dan Menteri Agama, Nasaruddin Umar.