COO Danantara Dony Oskaria (Foto: Istimewa)
Indonesiainfo.id - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) memastikan pembangunan proyek LRT City yang sempat mangkrak akan dimulai hari ini, pada 1 Oktober 2026.
COO Danantara Indonesia sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria menyampaikan pihaknya telah melakukan pertemuan dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait terkait.
"Kan sesuai dengan janji tanggal 1 Oktober akan mulai pembangunan. Kita komit dong," ujar Dony dikutip di Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Selain itu, Dony juga menyebut, penyelesaian persoalan konsumen akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Opsi penyelesaiannya antara lain, pengembalian dana atau refund maupun tetap memberikan unit yang telah dibeli.
Terkait skema refund, kata Dony, perlu diperhitungan kembali kepada pihak perbankan. "Nanti tentu akan, kalau belum selesai cicilannya tentu akan ada dispute yang kita khawatirkan. Kasian kan, karena kan itu ada komponen bunganya disitu kan," ucapnya.
Sebagai informasi, Danantara juga memastikan proyek LRT City yang dikembangkan PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) akan kembali menata desain dan model bisnis untuk mempercepat penyelesaiannya.
Proyek LRT City akan dilakukan penyesuaian desain, termasuk fasad dan area komersial, serta melibatkan arsitek baru untuk mendukung proses penataan proyek.
"Nomor satu keputusannya kita akan meneruskan project ini. Kita akan hire arsitek baru untuk melakukan proses. Fasadnya akan kita ubah, begitu juga desain bisnis modal, termasuk komersial area-nya," ujar Dony, mengutip dari Instagram resmi BP BUMN, Rabu (30/9/2026).
Dony menjabarkan, dari sisi bisnis, proyek tersebut dinilai masih memiliki potensi karena terdapat aset berupa lahan yang memiliki nilai dan berada di lokasi yang strategis. Sehingga, penataan proyek diarahkan tidak hanya untuk menyelesaikan pembangunan, tetapi juga memastikan keberlanjutan dan kelayakan komersialnya.
Selain aspek bisnis, menurutnya, penyelesaian proyek LRT City juga menjadi bagian dari upaya memberikan kepastian kepada masyarakat yang telah membeli dan menunggu penyelesaian hunian.
Danantara mendorong agar proses pembangunan dapat kembali berjalan dengan penanganan yang lebih terarah dan memperhatikan kualitas penyelesaian proyek.
Dony menekankan bahwa keputusan melanjutkan proyek tidak semata-mata didasarkan pada pertimbangan komersial, tetapi juga mempertimbangkan tanggung jawab kepada konsumen.
"Saya berharap keputusan kita ini keputusan yang baik. Ini keputusan yang memang tidak hanya sekedar komersial. Jadi langkah-langkahnya yang pertama, segera cari orang," ujar Dony.
Melalui keputusan tersebut, Danantara mengarahkan penyelesaian LRT City agar tidak hanya berorientasi pada aspek komersial, tetapi juga memastikan proyek dapat dilanjutkan secara baik serta memberikan kepastian bagi konsumen yang telah menunggu penyelesaian hunian.