PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) (Dok: Balinesia)
Jakarta, Indonesiainfo.id - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) siap mengoptimalkan peluang pembiayaan di sektor tekstil dan produk tekstil (TPT) serta garmen. Langkah ini didukung oleh pertumbuhan subsektor pakaian jadi yang mencapai 6,36% (yoy) pada kuartal II 2026, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,29%. Realisasi investasi di sektor ini juga melonjak menjadi Rp11,4 triliun pada semester I 2026.
"BNI melihat sektor ini masih memiliki ruang pertumbuhan dan peluang pembiayaan, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan kualitas kredit," ujar Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, Rabu (30/9/2026).
Untuk menjaga kualitas kredit, BNI menerapkan penyaluran modal secara selektif guna memitigasi risiko fluktuasi nilai tukar, harga bahan baku, dan ketergantungan impor. Hingga Agustus 2026, portofolio kredit TPT BNI tercatat sebesar Rp405,6 miliar di segmen SME (per Juni 2026) dan Rp995 miliar di segmen komersial yang disalurkan kepada 27 debitur.
Ke depan, BNI fokus menyasar pelaku usaha dengan fundamental kuat, arus kas sehat, serta basis pasar ekspor yang solid. Selain kredit reguler, BNI juga mengoptimalkan Kredit Industri Padat Karya (KIPK) untuk mendorong penyerapan tenaga kerja nasional.