Chief Technology Officer (CTO) BPI Danantara Sigit Puji Santosa.
Indonesiainfo.id - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menugaskan PT LEN Industri untuk memimpin pengembangan AI-based automotive chips, bisa juga bekerja sama dengan produsen arsitektur chip, guna memasok kebutuhan proyek mobil nasional.
Chief Technology Officer (CTO) BPI Danantara Sigit Puji Santosa membeberkan, satu unit kendaraan sedikitnya membutuhkan 600 hingga 700 chip semikonduktor.
"Karena besarnya kebutuhan, penguasaan teknologi ini menjadi kunci utama penguatan industri otomotif dan elektronika dalam negeri," kata Sigit di sela LEN Technology Day di ITB Innovation Park, Bandung, Rabu.
Sigit menyebut, salah satu tantangan utama dari pengembangan teknologi semi konduktor itu, yang utama adalah kelangkaan talenta.
Guna mengatasi kelangkaan talenta di sektor mikroelektronika, Danantara mematok target pelatihan dan sertifikasi bagi puluhan ribu insinyur muda bekerja sama dengan berbagai universitas seperti Institut Teknologi Bandung (ITB).
"Dalam waktu 3-4 tahun ke depan kita akan melakukan training bahkan certification training ke minimum 15.000 engineers di bidang semikonduktor. Nanti LEN kita beri tugas sebagai leading sector untuk chip berbasis AI otomotif," kata Sigit.
Sigit menekankan bahwa Danantara dalam beroperasi termasuk pada pembuatan mobil listrik, menerapkan strategi triangle yang menyatukan sektor industri, investasi, serta pusat riset dan SDM unggulan (R&D).
"Karenanya saya senang kita melakukan acara ini di ITB Innovation Park. Nah, tujuan utama dibangunnya ITB Innovation Park memang untuk itu. Untuk menjadi melting pot antara industri dan research and development menjadi inovasi nasional," tuturnya.