Tim Bulu Tangkis Indonesia yang berlaga di ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026 (Foto: Antara)
Jakarta, Indonesiainfo.id - Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) mulai mengarahkan perhatian pada persiapan menuju Olimpiade Los Angeles 2028 setelah tim bulu tangkis Indonesia meraih enam medali di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Capaian dua medali emas, satu perak, dan tiga perunggu tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia untuk menjaga daya saing di level internasional.
Namun, keberhasilan itu juga menjadi pengingat bahwa prestasi olahraga membutuhkan pembinaan berkelanjutan dan dukungan berbagai pihak.
Ketua Umum PBSI Muhammad Fadil Imran menyampaikan hal tersebut dalam acara Syukuran dan Apresiasi Tim Bulu Tangkis Indonesia di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (7/10/2026).
Fadil mengatakan, keberhasilan di Asian Games tidak hanya ditentukan oleh atlet yang bertanding, tetapi juga oleh kerja kolektif seluruh pihak yang terlibat dalam proses pembinaan.
"Yang kita rayakan bukan hanya enam medali, tetapi perjuangan dan kerja seluruh orang di balik medali tersebut. Masih ada pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan karena perjalanan kita masih panjang," ujar Fadil.
Menurut dia, pencapaian di Asian Games bukanlah titik akhir bagi bulu tangkis Indonesia. PBSI masih perlu meningkatkan kualitas atlet dan mempersiapkan tim untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat dalam berbagai kejuaraan internasional.
"Karena perjalanan kita masih panjang, Asian Games bukan tujuan akhir. Ada target besar yang sudah kita siapkan menuju Olimpiade Los Angeles 2028," katanya.
Upaya menjaga prestasi tersebut turut membutuhkan dukungan dari berbagai unsur, mulai dari pelatih teknik dan fisik, tenaga medis, psikolog, ahli nutrisi, fisioterapis, hingga tim sport science dan video analyst.
Seluruh unsur tersebut berperan dalam menjaga kesiapan atlet selama menjalani program pembinaan dan kompetisi.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, capaian tim Indonesia di Asian Games memperlihatkan pentingnya konsistensi pembinaan serta kolaborasi jangka panjang dalam membangun prestasi olahraga.
"Prestasi seperti ini lahir dari proses yang panjang. Karena itu, BNI melihat pembinaan yang konsisten, kualitas tim pendukung, serta kesempatan bertanding sebagai bagian penting dalam menjaga keberlanjutan prestasi bulu tangkis Indonesia," ujar Okki.
Sebagai strategic partner PBSI selama lebih dari lima tahun, BNI mendukung pengembangan bulu tangkis nasional, mulai dari pembinaan atlet muda hingga level elite, termasuk membuka kesempatan bagi atlet Indonesia untuk berkompetisi di tingkat nasional dan internasional.
Sepanjang 2026, dukungan tersebut mencakup berbagai agenda kompetisi, di antaranya Indonesia Masters, Badminton Asia Championships, Indonesia Open, Thailand Open, dan Badminton Asia Junior Championships.
Okki mengatakan, dukungan terhadap bulu tangkis tidak semata-mata berkaitan dengan sponsorship, tetapi juga dengan upaya menjaga keberlangsungan proses pembinaan agar atlet memiliki kesempatan mengembangkan kemampuan dan pengalaman bertanding.
"Bagi BNI, dukungan terhadap PBSI bukan sekadar sponsorship. Kami ingin ikut menjaga proses pembinaan agar atlet Indonesia memiliki ruang untuk berkembang, memperoleh pengalaman kompetitif, dan terus meningkatkan kemampuan untuk bersaing di level internasional," kata Okki.
Melalui kolaborasi tersebut, BNI berharap dapat berkontribusi terhadap pengembangan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing, termasuk melalui olahraga.
Dengan Olimpiade Los Angeles 2028 sebagai salah satu sasaran besar berikutnya, tantangan PBSI kini tidak hanya mempertahankan hasil di Asian Games, tetapi juga memastikan proses pembinaan berjalan konsisten agar atlet Indonesia mampu bersaing di panggung olahraga dunia.