Gedung Danantara Indonesia (Foto: Danantara)
Indonesiainfo.id - Danantara Indonesia berkomitmen menyalurkan dana minimal sebesar 100 juta dolar Amerika Serikat (AS) setiap tahunnya kepada Danantara Indonesia Trust, sebagai upaya mendukung program filantropi di bidang kesehatan, pendidikan, serta sanitasi.
Komitmen tersebut disampaikan dalam peringatan satu tahun Danantara Indonesia Trust, yang sekaligus meluncurkan tiga program kerja sama dengan Kementerian Kesehatan, Plan Indonesia, serta empat perguruan tinggi negeri di Indonesia.
"Danantara Indonesia memang berkomitmen untuk setiap tahunnya minimum memberikan pendanaan 100 juta dolar AS kepada Danantara Trust," ujar Chief Executive Officer Danantara, Rosan Roeslani di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Kamis.
Rosan mengatakan pendanaan tersebut ditujukan untuk memperluas dampak sosial bagi masyarakat, sekaligus membangun lembaga filantropi Indonesia yang mampu berkontribusi di tingkat global.
Adapun, salah satu program prioritas yang dijalankan bersama Kementerian Kesehatan adalah pemberian beasiswa pendidikan dokter spesialis bagi 1.343 dokter, yang mencakup biaya pendidikan dan biaya hidup selama masa studi.
Program tersebut diharapkan dapat membantu mengatasi kekurangan dokter spesialis di Indonesia, terutama di daerah yang masih menghadapi keterbatasan tenaga medis.
Rosan mengatakan pendidikan dokter spesialis membutuhkan waktu sekitar tiga hingga enam tahun, yang mana selama menjalani pendidikan, penerima beasiswa akan memperoleh dukungan pembiayaan agar dapat berfokus pada studi.
Ia menegaskan bahwa pelaksanaan program akan mengedepankan tata kelola yang baik, transparansi, dan akuntabilitas.
Danantara Indonesia Trust juga berkomitmen menyampaikan laporan lengkap secara tahunan serta laporan kepada publik setiap tiga bulan.
Dalam kesempatan sama, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi pembentukan Danantara Indonesia Trust dan dukungan pendanaan yang diberikan untuk mempercepat sejumlah program kesehatan nasional.
Ia mengatakan dukungan sebesar Rp200 miliar dialokasikan untuk program vaksinasi human papillomavirus (HPV), yang bertujuan mencegah kanker serviks, salah satu penyebab utama kematian akibat kanker pada perempuan di Indonesia.
Menurut Budi, kanker serviks menyebabkan hampir 30 ribu kematian setiap tahun, sehingga dukungan itu diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan program vaksinasi yang sebelumnya direncanakan berlangsung selama 15 tahun, menjadi sekitar lima hingga 10 tahun.
Selain itu, dana sebesar Rp600 miliar telah disetujui untuk program beasiswa dokter spesialis, terutama bagi tenaga medis yang menangani penyakit penyebab kematian tinggi, seperti stroke dan penyakit jantung.
Budi mencontohkan, keterbatasan dokter spesialis di daerah terpencil, termasuk Nias dan Papua Pegunungan, yang dapat menghambat penanganan pasien dalam kondisi darurat.
Melalui program tersebut, dokter yang berasal dari daerah-daerah itu akan mendapatkan pendidikan dan pembiayaan selama tiga hingga empat tahun, dengan harapan kembali bertugas di daerah asal untuk memperkuat layanan kesehatan setempat.
Budi berharap dukungan Danantara Indonesia Trust dapat memberikan kontribusi berkelanjutan bagi peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.