• BUMN

Danantara Gaet 34 Institusi Keuangan untuk Pembiayaan Proyek PSEL

M. Habib Saifullah | Jum'at, 16 Okt 2026 19:01 WIB
Danantara Gaet 34 Institusi Keuangan untuk Pembiayaan Proyek PSEL Danantara Indonesia menetapkan 34 institusi keuangan sebagai anggota lenders panel untuk program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). (Foto: Danantara Indonesia)

Indonesiainfo.id - Danantara Indonesia melalui PT Danantara Investment Management (DIM) dan PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) telah menetapkan 34 institusi keuangan sebagai anggota lenders panel untuk program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Jumlah anggota panel masih berpotensi bertambah seiring dengan perkembangan proyek dan kebutuhan pembiayaan.

Lenders panel merupakan kelompok calon pemberi pinjaman dan mitra pembiayaan yang dibentuk untuk mendukung pembiayaan pipeline proyek PSEL yang dikembangkan DIM melalui Denera dalam melaksanakan mandat Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025.

Melalui panel ini, DIM dan Denera memetakan minat serta kapasitas pembiayaan institusi keuangan, baik di tingkat portofolio maupun proyek individual, sebelum proses pembiayaan formal dimulai. Informasi tersebut menjadi dasar untuk menjajaki struktur pendanaan yang sesuai, mulai dari jenis pinjaman, tenor pinjaman, fasilitas nontunai, hingga solusi pembiayaan lainnya. 

Salah satu hasil utama pembentukan lenders panel adalah minat pembiayaan indikatif yang mencapai lebih dari tiga kali estimasi kebutuhan utang program PSEL.

Angka ini mencerminkan tingginya ketertarikan institusi keuangan domestik dan internasional terhadap peluang pembiayaan program PSEL. Nilai indikatif merupakan gambaran awal ketertarikan dan kapasitas pendanaan. Setiap rencana pembiayaan akan tetap melalui proses evaluasi dan persetujuan kredit sesuai ketentuan yang berlaku. 

Stefanus Ade Hadiwidjaja, Managing Director Investment DIM, mengatakan, “Penetapan 34 institusi keuangan sebagai anggota lenders panel merupakan pencapaian penting dalam menyiapkan pembiayaan program PSEL.

Minat pembiayaan indikatif yang mencapai lebih dari tiga kali estimasi kebutuhan utang menunjukkan besarnya potensi dukungan dari pasar pembiayaan.

Melalui panel ini, kami dapat memetakan kapasitas dan minat calon pemberi pinjaman untuk menjajaki struktur pendanaan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing proyek,” kata Stefanus. 

Adapun sebanyak 34 anggota lenders panel yang telah ditetapkan hingga saat ini mencakup institusi pembiayaan proyek internasional yang berpengalaman dalam pembiayaan lintas negara, bank pembangunan multilateral, lembaga pembiayaan pembangunan bilateral, lembaga pembiayaan infrastruktur, dan pengelola dana iklim.

Selain itu, terdapat bank-bank besar dari dalam negeri, termasuk Himbara dan bank umum swasta nasional, serta bank internasional yang beroperasi di Indonesia dan bank syariah. 

M. Ramadhan Harahap, Chief Financial Officer Denera, menyampaikan apresiasi kepada seluruh institusi keuangan yang telah terpilih sebagai anggota lenders panel dan berharap kolaborasi yang terjalin dapat mendukung kelancaran penyiapan pembiayaan proyek PSEL.

“Kami mengapresiasi partisipasi dan kepercayaan institusi keuangan yang telah bergabung dalam lenders panel PSEL Denera. Kami berharap kolaborasi ini dapat terbangun dengan baik dan menjadi fondasi bagi kerja sama yang produktif dalam mendukung pengembangan proyek-proyek PSEL kami,” kata Ramadhan.

Sementara itu, Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer Danantara Indonesia, menegaskan bahwa penyiapan pembiayaan program PSEL dilakukan dengan mengedepankan tata kelola yang baik dan prinsip kehati-hatian.

“Besarnya minat pembiayaan merupakan perkembangan positif, tetapi kesiapan pembiayaan tidak hanya diukur dari besarnya minat yang diterima. Setiap komitmen pembiayaan tentunya tetap melalui prosedur due diligence (uji tuntas) dan persetujuan komite di masing-masing institusi pembiayaan tersebut. Kami memastikan proses ini berjalan dengan mengedepankan tata kelola yang baik, transparansi, dan akuntabilitas,” kata Pandu.

PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) ditunjuk oleh DIM dan Denera sebagai financial advisor sekaligus konsultan pembentukan lenders panel. Proses pembentukan lenders panel dimulai pada Juli 2026 melalui pengumuman terbuka dan undangan langsung kepada institusi keuangan domestik maupun internasional.

Setiap pengajuan kemudian dievaluasi berdasarkan kapasitas finansial, pengalaman dan kemampuan eksekusi pembiayaan, fleksibilitas, serta kesesuaian strategis dengan kebutuhan program PSEL. Selanjutnya, setiap pembiayaan akan tunduk pada evaluasi kelayakan, proses due diligence, persetujuan internal masing-masing institusi, dan pemenuhan persyaratan yang berlaku.

Melalui inisiatif ini, DIM dan Denera memperkuat kesiapan pembiayaan sebagai salah satu fondasi pengembangan proyek PSEL nasional. Pendekatan ini juga membuka ruang bagi keterlibatan modal swasta dan internasional dalam pembiayaan infrastruktur pengolahan sampah, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, serta keberlanjutan finansial jangka panjang.