Kementan Optimalkan Percepatan Tanam di Merauke dengan Pertanian Modern

M. Habib Saifullah| Kamis, 25 Jul 2024 15:55 WIB
Kementan Optimalkan Percepatan Tanam di Merauke dengan Pertanian Modern Kementerian Pertanian (Kementan) optimalkan percepatan tanam di Merauke dengan pertanian modern (Foto: Dok. Humas Kementan)

INDONESIAINFO.ID - Kementerian Pertanian (Kementan) terus mengoptimalkan percepatan tanam di Desa Telaga Sari, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan.

Untuk mendukung upaya tersebut, Kementan mencanangkan pertanian modern dengan memanfaatkan deretan mesin canggih serta telah menggunakan varietas unggul yang tahan terhadap berbagai perubahan iklim.

Sekretaris Badan Standarisasi Instrumen Pertanian Kementan, Haris Syahbuddin mengatakan, proses percepatan juga sudah mendisplay varietas tematik seperti Inpara 2, Inpari 32, Inpari 36, cakrabuana agritan, mantap, inpago 13 fortiz, biosalin 1 dan biosalin biasa.

"Juga diperkenalkan cara tanam jarwo 2:1 dan 4:1, kemudian cara menggunakan drone untuk mengaplikasikan pemupukan, AWS atau automatic watering system serta sensor alat pengamatan kelembaban tanah," ujar Haris dalam keterangannya, dikutip di Jakarta, Kamis, (25/7/2024).

Baca juga :

Selain itu, kata Haris, pihaknya juga terus melakukan penataan saluran primer dan sekunder serta memaksimalkan penggunaan program pompanisasi sebagai alat pemenuhan air bagi lahan sawah agar mampu berproduksi lebih dari satu kali dalam setahun.

"Kemudian dalam pelaksanaan kegiatan ini kami juga telah bekerjasama dengan mahasiswa polbangtan manokwari dan tim irigasi bapeltan lampung," ujar dia.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) beserta Ibu Iriana Jokowi meninjau penggunaan teknologi pesawat nirawak atau drone dalam penyebaran pupuk di hamparan sawah seluas 40.000 hektare. Simulasi tersebut merupakan salah satu bentuk implementasi konsep smart farming berbasis internet of thing.

Presiden menyebut sektor pertanian harus menjadi konsentrasi semua pihak, termasuk pemerintah daerah dalam mengantisipasi ancaman kekeringan dan panas yang berkepanjangan.

Presiden Jokowi mengatakan, saat ini banyak negara yang menghadapi ancaman krisis pangan. Meski demikian, Presiden mengapresiasi jalannya perkembangan pertanian di Kabupaten Merauke yang berkembang pesat.

"Saya melihat, mulai dari awal, pembibitan dan penanaman dengan beberapa varietas, hasilnya juga kelihatan, sudah dicek berapa ton perhektar," kata Presiden Jokowi.

"Semuanya secara scientific sudah dijalani, kalau melihat lapangannya, disini lapangan datar, air juga melimpah, saya kira memang ini kesempatan untuk menjadikan Indonesia lumbung pangan di Merauke dan sekitarnya," ujar dia.

Selain itu, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman yakin pertanian Merauke bisa menjadi inisiatif strategis yang dapat memperkuat ketahanan pangan di Indonesia Timur, serta mewujudkan lumbung pangan di Merauke ke depan.

"Semua pertanian disini mengusung konsep pertanian pintar atau smart farming, yang memadukan teknologi modern dengan keterlibatan generasi muda untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi," kata Mentan.

Mentan menambahkan, pertanian di Merauke akan dikembangkan secara bertahap, dengan mengadopsi teknologi pertanian seperti varietas unggul, sensor tanah dan cuaca, drone pemantau lahan, dan sistem irigasi otomatis, sehingga para petani dapat meningkatkan dan mengoptimalkan hasil panen mereka.

"Di Merauke ada 63.000 hektar, dimana untuk tahap awal telah kita kerjakan 40.000 hektar dulu, kemudian lanjut nanti 1.000.000 hektar, ini nanti akan kita selesaikan secara bertahap," kata dia.

TAGS : Kementerian Pertanian Kabupaten Merauke Varietas Tematik

Terkini