Kementan Dorong Percepatan Pengembangan Usaha Petani Kakao

Agus Mughni Muttaqin| Jum'at, 30 Agu 2024 15:31 WIB
Kementan Dorong Percepatan Pengembangan Usaha Petani Kakao Berkelanjutan Kementerian Pertanian (Kementan) gelar Workshop Optimalisasi Pendampingan Adopsi Observasi Bagi Petani Kakao Program READSI (Foto: Kementan)

Indonesiainfo.id - Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar Workshop Optimalisasi Pendampingan Adopsi Observasi Bagi Petani Kakao Program READSI.

Workshop yang selenggarakan pada 28 - 30 Agustus 2024 oleh Program READSI dengan PT MARS di Makassar, Sulawesi Selatan ini ditujukan mendorong percepatan pengembangan usaha petani kakao yang berkelanjutan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Idha Widi Arsanti, saat membuka kegiatan workshop tersebut, mengatakan bahwa untuk mengembangkan usaha petani kakao perlu ekosistem kakao yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

"Penguatan ekosistem kakao yang terintegrasi hulu-hilir ini sangat penting. Dengan adanya ekosistem ini dapat dipastikan para petani kakao didorong untuk bisa meningkatkan pendapatannya, dan usahanya dapat berkelanjutan," kata Santi.

Baca juga :

Dalam kesempatan itu, Santi menekankan 3 (tiga) hal yang penting dalam mengembangkan usaha, termasuk pengembangan usaha petani kakao. Pertama, ialah adanya peningkatan kapasitas SDM pertanian dengan mengadovsi inovasi.

"Kedua, fasilitas permodalan yang mumpuni serta mendukung agar memastikan bahwa kegiatan usaha petani kakao terus growing atau bertambah besar. Ketiga, tentu saja akses pasar yang memadai," kata Santi.

Melalui program READSI dengan berbagai macam kegiatan yang dilakukan termasuk juga peningkatan kapasitas serta melahirkan Cocoa Doctor, kata Santi, diharapkan semua pihak terkait dapat lebih serius dalam mengembangkan usaha petani kakao dari hulu sampai hilir.

"Harapannya kakao ini juga bisnis di hilirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat tani. Dengan kerja sama ini, harapannya beberapa fasilitas yang dibutuhkan petani kakao untuk mengembangkan usahanya tersebut dapat dilakukan," kata Santi.

Untuk itu, Santi pun mengajak multistakeholder dari Pemerintah Daerah beserta mitra swasta khususnya PT. Mars serta pihak lain yang terkait untuk bergandengan tangan dalam melakukan pengembangan usaha petani kakao di Indonesia.

"Pengembangan agribisnis kakao ini harus terus berlanjut," kata Santi.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Asia Cocoa Director Mars Incorporated, Tahirih Fay Fay Choo mendorong agripreneur atau cocoa doctor, agar terus membimbing petani kakao untuk meningkatkan kapasitasnya dalam mengembangkan usaha taninya, baik dari hulur hingga hilir.

"Tanpa agripreneur atau cocoa doctor ini, ilmu yang ingin kita terapkan dibagikan ke patani-petani di setiap lokasi tidak akan terealisasi dengan baik," katanya.

"Terima kasih ke semua cocoa doctor dan harapannya, kalian menjadi protagonist kakao dan asset sumber daya manusia yang paling penting untuk menjangkau ke petani di setiap desa-desa yang ada kakaonya," kata Fay.

Fay juga menyampaikan bahwa PT Mars berkomitmen untuk mendorong kemajuan ekosistem kakao yang berkelanjutan di Indonesia.

"Mars berkomitmen terhadap pembangunan ekosistem kakao yang berkelanjutan, modern menggunakan teknologi yang unggul, produktivitas tinggi, inklusif dengan memberikan ruang yang adil terutamanya untuk pemuda dan perempuan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat, serta melindungi hutan dan alam," tandas Fey.

TAGS : Kementerian Pertanian Pengembangan Usaha Petani Kakao

Terkini