Wamensos Ajak Muhammadiyah Sinergi Perkuat Pemberdayaan, Tekan Angka Kemiskinan

Agus Mughni Muttaqin| Senin, 24 Nov 2025 23:53 WIB
Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono mengajak Muhammadiyah ikut bersinergi dalam memperkuat program pemberdayaan Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono bertemu Ketua Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Mariman Darto, di Kantor Kemensos, Jakarta (Foto: Kemensos)

Indonesiainfo.id - Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono mengajak Muhammadiyah ikut bersinergi dalam memperkuat program pemberdayaan guna mencapai target kemiskinan ekstrem 0 persen pada 2026 dan kemiskinan turun hingga di bawah 5 persen pada 2029.

Ajakan itu Wamensos sampaikan saat bertemu Ketua Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Mariman Darto, di Kantor Kemensos, Jakarta, Jum’at (21/11/2025). 

Dalam pertemuan itu, Wamensos menyampaikan bahwa saat ini, arah kebijakan Kepala Negara dalam pengentasan kemiskinan berfokus pada memperkuat program-program pemberdayaan.

“Untuk pemberdayaan ini, karena Pak Menteri bilang ini Indonesia, enggak boleh kecil dan parsial, harus masif. Kita sedang mendesain bagaimana supaya pemberdayaan ini bisa masif, supaya daerah-daerah miskin, bisa cepat kita selesaikan,” kata Wamensos dalam keterangan dikutip Senin (4/11).

Baca juga :

Kemensos juga turut memperkuat program-program pemberdayaan, ada beberapa hal yang dilakukan seperti mendorong pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) untuk menggraduasi 10 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tiap tahun, untuk kemudian didorong lebih mandiri melalui pemberdayaan.

“Satu pendamping PKH diminta graduasi 10 KPM, berarti di Tahun 2026 itu kira-kira targetnya sekitar 350.000 KPM, itu yang lewat pendamping,” ujarnya.

Di samping mendorong kemandirian KPM melalui graduasi, Kemensos juga tengah membangun Kampung Berdaya di sembilan Desa yang menjadi wilayah percontohan program Pemberdayaan. 

“Kita ingin membangun kampung-kampung berdaya Kemensos, kayak di Desa Kalisalak misalkan kita bekerja sama dengan swasta, namanya PT MAP, bikin keranjang dari eceng gondok, kemarin kita sudah ekspor ke Amerika,” tutur Agus Jabo.

Agus Jabo mengatakan melalui program kampung berdaya ini, KPM bisa memperoleh penghasilan tambahan melalui produksi keranjang yang dilakukan tiap hari. Oleh karena itu, Ia berharap PP Muhammadiyah melalui Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) bisa ikut bersinergi dalam program pemberdayaan.

“Siang malam masyarakatnya senang, bersyukur karena kemudian kita hadir pak. Nah kalau bisa MPKS, bisa sinergi dengan pemberdayaan sosial, wah top banget. Dengan Dinsos, wah top banget,” ajaknya kepada Mariman.

Sementara itu, Ketua MPKS PP Muhammadiyah Mariman Darto menyambut baik usulan Agus Jabo. Ia menyebut, Muhammadiyah sendiri menaungi kurang lebih 213 Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) yang aktif dalam program pemberdayaan seperti Usaha Ekonomi Produktif (UEP).

“Di Jawa Tengah kan memang LKS banyak Pak, itu kan memang banyak kegiatan sosialnya, kemandiriannya, ekonominya Pak,” ujar Mariman.

Lebih lanjut, untuk mendukung operasional LKS Muhammadiyah di daerah, Mariman mengusulkan untuk melakukan harmonisasi kebijakan berkaitan dengan perizinan LKS. “Sehingga lebih sederhana dan seragam dari pusat hingga daerah,” pungkasnya.

TAGS : Wakil Mensos Agus Jabo Priyono PP Muhammadiyah Program Pemberdayaan

Terkini