• EKSEKUTIF

Menko PMK Bangga, UT jadi Pelopor Pembelajaran Jarak Jauh

Agus Mughni Muttaqin | Kamis, 11 Jul 2024 14:33 WIB
Menko PMK Bangga, UT jadi Pelopor Pembelajaran Jarak Jauh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy dalam Peresmian Gedung Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) Kampus Universitas Terbuka (UT) Makassar, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Foto: Kemenko PMK)

INDONESIAINFO.ID - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyampaikan, Universitas Terbuka (UT) telah menjadi pelopor dalam pembelajaran jarak jauh.

Menurut Menko Muhadjir, UT yang berdiri sejak tahun 1984 telah mendahului zaman dengan berbagai metode pembelajaran dan media pembelajaran jarak jauh sebelum perkembangan teknologi digital dalam pembelajaran.

"Karena itu, saya sampaikan Universitas Terbuka mendahului zaman. Baru sekarang kita menyadari betapa hidup kita dikepung dunia media sosial, dunia virtual, yang mana itu telah dilakukan 40 tahun oleh para pemrakarsa dan pendiri Universitas Terbuka," ujar Menko PMK.

Hal tersebut ia sampaikan dalam Peresmian Gedung Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) Kampus Universitas Terbuka (UT) Makassar, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Rabu (10/7/2024).

Lebih lanjut, Menko PMK menyampaikan, tantangan selanjutnya bagi UT adalah mendesain kurikulum tebaik sesuai dengan perkembangan modernisasi, dan mengikuti Generasi Z yang saat ini mendominasi penduduk usia produktif di Indonesia.

Apalagi, menurut Menko Muhadjir, saat ini dunia tengah menghadapi era post truth di mana media belajar dengan mudah didapatkan melalui artificial intelegence, Chat GPT, dan lain sebagainya. Dia pun meminta UT dapat mengikuti perkembangan zaman, dan mengimbangi era post truth.

"Tanggung jawab Universitas Terbuka sangat besar dalam kaitannya bagaimana mengimbangi era post truth. Dan itu tantangan untuk pengelola Universitas Terbuka," kata Menko PMK.

Lebih lanjut, Menko Muhadjir mengatakan, UT juga memiliki tanggung jawab dalam melakukan transformasi digital, dan literasi digital di tengah masyarakat. Apalagi saat ini banyak berkembang pemanfaatan teknologi digital yang diselewengkan untuk melakukan penipuan.

Menurutnya, ketahanan cyber masih tertinggal sehingga pemanfaatan teknologi digital di tengah masyarakat harus bisa dikembalikan ke jalan yang benar oleh civitas akademika UT.

"Transformasi digital masyarakat bukan berarti melatih masyarakat pintar pencet smartphone. Tapi literasi sebenarnya adalah memberadabkan masyarakat kita dalam memanfaatkan teknologi yang ada di smartphone itu," ujar Menko PMK.

"Jangan sampai tuna dalam memahami teknologi. Bukan keterampilannya tapi bagaimana dia mengadopsi nilai-nilai yang baik di balik itu. Dan itu tantangan paling berat," ujarnya menambahkan.

Menko PMK berharap UT bisa terus amanah dalam pembangunan Bangsa Indonesia melalui pendidikan dan menjalankan amanat UUD 1945 Pasal 31 ayat 3.

"Kita punya tanggung jawab dengan masa depan bangsa Indonesia di samping menyiapkan generasi yang betul-betul siap, sehat cerdas kuat tapi juga berakhlak mulia. Jangan lupa itu sesuai dengan UUD 1945 Pasal 31 ayat 3, keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia," ujar Menko Muhadjir.