• EKSEKUTIF

2025 Pasar Kerja Kian Kokoh, 3,59 Juta Kerja Baru Tercipta

Vaza Diva Fadhilah Akbar | Rabu, 07 Mei 2025 15:50 WIB
2025 Pasar Kerja Kian Kokoh, 3,59 Juta Kerja Baru Tercipta Menteri Ketenagakerjaan Yassierli (Foto: Ist)

Jakarta, INDONESIAINFO.ID - Di tengah tekanan ekonomi global yang belum mereda, kondisi ketenagakerjaan Indonesia justru menunjukkan tren yang menggembirakan. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, tingkat pengangguran terbuka (TPT) per Februari 2025 turun menjadi 4,76%. Angka ini merupakan yang terendah sejak terjadinya krisis moneter pada 1998.

Selain itu, penciptaan lapangan kerja dalam satu tahun terakhir juga terbilang besar, dengan bertambahnya sekitar 3,59 juta tenaga kerja baru. Kualitas pekerjaan pun mengalami perbaikan. Persentase pekerja penuh waktu naik dari 65,6% menjadi 66,2%. Di sisi lain, tingkat setengah pengangguran turun menjadi 8,0% dari sebelumnya 8,5%, dan pekerja paruh waktu menurun tipis dari 25,9% menjadi 25,8%.

Pertumbuhan lapangan kerja tersebut merata di berbagai sektor. Tiga sektor penyumbang lapangan kerja terbesar antara lain perdagangan yang menyerap 980 ribu tenaga kerja, disusul sektor pertanian sebanyak 890 ribu orang, dan sektor industri pengolahan dengan tambahan 720 ribu tenaga kerja.

Kondisi ini menunjukkan ketahanan pasar tenaga kerja nasional, meski dalam situasi global yang penuh tekanan.

Dalam sektor industri pengolahan yang tercatat sebagai subsektor penyerap tenaga kerja terbanyak adalah subsektor industri alas kaki sebanyak 172 ribu orang, industri makanan kecil dan sejenisnya 137 ribu orang, serta industri komponen sepeda motor 117 ribu orang.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menyampaikan bahwa capaian ini mencerminkan kekuatan kolektif dari berbagai kebijakan ketenagakerjaan lintas kementerian dan lembaga. 

"Di tengah berbagai tantangan ekonomi global, kondisi lapangan kerja Indonesia tetap tangguh. Hal tersebut menunjukkan resiliensi (kemampuan beradaptasi) sekaligus memberikan ruang bagi kita untuk memperkuat intervensi demi menciptakan lapangan kerja yang lebih luas dan lebih berkualitas,” ujar Menaker melalui Siaran Pers Biro Humas Kemnaker, Rabu (7/5/2025).

Menaker menegaskan bahwa meski tren saat ini menunjukkan arah yang positif, tetapi tantangan ketidakpastian ekonomi global dan perang tarif tetap harus menjadi perhatian serius.

Oleh karena itu, Kemnaker akan terus memperkuat kerja sama antar kementrian dan lembaga, pelaku usaha, serikat pekerja, serikat buruh, dan berbagai mitra pembangunan untuk mendorong produktivitas, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan daya saing angkatan kerja nasional.