• EKSEKUTIF

Muhadjir Sebut Covid-19 Sebabkan Penanganan Stunting Jadi Lambat

Agus Mughni Muttaqin | Jum'at, 25 Mar 2022 09:21 WIB
Muhadjir Sebut Covid-19 Sebabkan Penanganan Stunting Jadi Lambat Menko PMK Muhadjir Effendy (Foto: Ist)

Jakarta, Indonesiainfo.id - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyatakan bahwa pandemi Covid-19 menjadi salah satu faktor lambatnya penanganan stunting di Indonesia.

Karena itu, dia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kedisiplinan protokol kesehatan sehingga pandemi dapat segera berakhir.

"Jadi memang Covid ini punya andil yang sangat besar terhadap lambatnya kita menangani stunting. Bahkan di kabupaten kota termasuk di NTT ini mengalami kenaikan drastis," kata Muhadjir saat mendampingi presiden kunjungan kerja dalam rangka percepatan penurunan stunting di Desa Kesetnana, Kab. Timor Tengah Selatan, NTT, Kamis (24/3).

Muhadjir menyebutkan, selama pandemi Covid-19 yang terjadi dalam dua tahun terakhir ini, pemerintah masih bisa menurunkan angka stunting nasional yakni sekitar 1,7 persen per tahun. Sehingga untuk mencapai target penurunan stunting menjadi 14 persen pada 2024 nanti membutuhkan penurunan sekitar 3-3,5 persen per tahun.

"Jadi kalau kita harus mencapai 14 persen tahun 2024, itu kira-kira butuh 3-3,5 persen per tahun. Berarti kita hanya menambah sekitar 1,3 persen saja," jelas dia. 

Diketahui, sejumlah kabupaten dan kota di NTT masih memiliki angka stunting di atas 30 persen, bahkan 40 persen.

Salah satunya di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Menurut Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021, angka prevalensi stunting di Kab. Timor Tengah Selatan paling tinggi di Provinsi Nusa Tenggara Timur yakni mencapai 48,3 persen.

"Kabupaten dan kota ini membutuhkan daya ungkit yang lebih ekstra dalam penanganan stunting. Sebab, prevalensi angkanya masih tinggi," terang dia.

Muhadjir menambahkan, target penurunan stunting yang telah ditetapkan dapat tercapai melalui kerjasama dengan berbagai pihak, baik dari kementerian maupun pemerintah daerah.

"Hanya memang kalau seandainya tidak bisa secara parsial, tetapi secara agregat nasional saya kira akan tercapai," kata dia.

Menurut Menko PMK, secara agregat nasional kemungkinan besar target penurunan stunting bisa tercapai. Karena saat ini sudah ada kabupaten kota yang angka stuntingnya sudah satu digit.

"Jadi ada beberapa kabupaten kota di bawah 10 persen. Sehingga nanti secara rata-rata kalau 14 persen itu insyallah asal kita kerja keras bisa," papar dia.