• EKSEKUTIF

Kementan Dorong Peningkatan Ekspor Pisang Indonesia

| Sabtu, 20 Mei 2023 13:14 WIB
Kementan Dorong Peningkatan Ekspor Pisang Indonesia Kementerian Pertanian (Kementan) melalui tim Direktorat Jenderal Hortikultura melakukan surveilans atau pengamatan OPT secara rutin dan berkala terhadap pisang, komoditas potensial ekspor namun sering terhambat masalah OPT. (Foto: Humas Kementan)

Bogor, Indonesiainfo.id - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Hortikultura terus berupaya mendorong peningkatan ekspor komoditas hortikultura Indonesia, salah satunya pisang yang memiliki potensi cukup besar untuk menembus pasar internasional. Di antaranya dengan melaksanakan surveilans atau pengamatan OPT secara rutin dan berkala untuk memutakhirkan pest list.

Tim Ditjen Hortikultura telah melakukan Surveilans OPT terhadap pisang, yang mana adalah komoditas potensial ekspor namun sering terhambat masalah OPT. Surveilans OPT ini dilaksankan di Bogor dan Cianjur pada Senin-Rabu kemarin (15/5-17/5), tepatnya di Desa Tangkil, Kec. Caringin, Kab. Bogor dan di Desa Majalaya, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto mengatakan, dengan melakukan surveilans OPT, dapat diketahui jenis-jenis OPT yang ada di Indonesia, statusnya, dan cara pengendaliannya.

“Betul pisang merupakan salah satu komoditas unggulan hortikultura Indonesia yang memiliki potensi pangsa ekspor yang besar. Akan tetapi, pisang itu rentan terhadap serangan OPT yang dapat menurunkan kualitas dan kuantitas produksinya. Oleh karena itu, surveilans OPT ini perlu dilakukan untuk mengetahui potensi adanya OPT, dan tentunya kita harus melakukan kajian terkait pencegahan dan penanganannya,” ujar Prihasto.

Prihasto menambahkan, dengan surveilans OPT, pest list yang akurat dan terbaru dapat disiapkan. "Pest list yang kami siapkan akan menjadi acuan bagi negara tujuan ekspor untuk memenuhi persyaratan SPS-WTO. Kami berharap dengan adanya pest list ini, ekspor komoditas hortikultura Indonesia semakin meningkat dan sesuai dengan persyaratan negara tujuan,” ujarnya.

Surveilans OPT ini diprakarsai oleh Direktorat Perlindungan Hortikultura dan bekerja sama dengan berbagai pihak, antara lain Institut Pertanian Bogor (IPB), Satuan Pelayanan (Satpel) BPTPH Wilayah I Cianjur, petugas POPT, dan kelompok tani.

Direktur Perlindungan Hortikultura Jekvy Hendra berharap surveilans OPT yang diprakarsai oleh timnya dapat bermanfaat, terutama untuk menjaga kualitas produk hortikultura.

"Semoga surveilans OPT ini bermanfaat sekaligus dapat memberikan informasi kepada petani dan eksportir mengenai cara mengenali, mencegah, dan mengendalikan OPT pada komoditas hortikultura. Dengan demikian, kualitas dan kuantitas produk hortikultura dapat terjaga dan daya saingnya dapat meningkat di pasar internasional," terang Jekvy.

Entomologist IPB University, Dewi Sartiami menuturkan bahwa selain digunakan dalam penyusunan draf pest list, surveilans juga menjadi sarana penambahan informasi mengenai pengenalan sifat, karakter dan bioekologi OPT bagi petani dan peserta yang terlibat.

“Setelah mengikuti surveilans ini kami tentunya berharap dapat menghasilkan data yang bisa menjadi rujukan yang dapat bermafaat bagi dunia akedemik dan terkhusus untuk kepentingan negara," pungkas Dewi.

Perlu diketahui, beberapa tahun terakhir, pengembangan pisang di Indonesia terkendala oleh adanya gangguan OPT, seperti layu fusarium (Fusarium oxysporum f.sp. cubense), layu bakteri (Ralstonia solanacearum), bercak daun sigatoka kuning (Mycosphaerella musicola), Kerdil pisang (Banana Bunchy Top Virus), penggerek bonggol pisang (Cosmopolites sordidus) dan ulat penggulung daun (Erionota thrax). Kehadiran OPT ini tentunya sangat merugikan karena dapat menghambat ekspor pisang Indonesia.

Pada proses ekspor komoditas hortikultura, pemutakhiran pest list adalah salah satu syarat yang harus dipenuhi. Pest list merupakan salah satu persyaratan Sanitary and Phytosanitary-WTO (SPS-WTO) yang harus dipatuhi oleh negara-negara anggota WTO dalam perdagangan produk pertanian. Pest list berisi informasi mengenai jenis-jenis OPT yang ada di suatu negara atau wilayah, statusnya, dan cara pengendaliannya.