• EKSEKUTIF

Jokowi: Kelayakan Stadion Gelaran Piala Dunia U 17 Ditentukan FIFA

Eko Budhiarto | Rabu, 12 Jul 2023 14:25 WIB
Jokowi: Kelayakan Stadion Gelaran Piala Dunia U 17 Ditentukan FIFA Presiden Joko Widodo atau Jokowi meninjau kesiapan Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat untuk venue gelaran Piala Dunia U-17, Rabu, (12/7/23). (Foto: Sekretariat Kabinet)

Jakarta, Indonesiainfo.id - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan, hanya FIFA yang bisa menentukan kelayakan sejumlah stadion di Tanah Air yang akan digunakan untuk menggelar pertandingan Piala Dunia U-17 Tahun 2023. Menurutnya, tugas pemerintah adalah mempersiapkan sejumlah fasilitas yang mendukung jalannya pertandingan.

Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi usai meninjau langsung salah satu stadion yang akan digunakan untuk gelaran Piala Dunia U-17 2023 Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, Rabu, (12/7/23). 

“Yang menentukan layak atau tidaknya itu FIFA, bukan presiden. Tugas kita menyiapkan, memperbaiki, merenovasi. Kalau sudah, FIFA ke sini, siap, ya itu berarti layak,” kata Presiden Jokowi.

Dalam kesempatan itu, Kepala Negara mengapresiasi proses renovasi yang telah selesai dilakukan sehingga siap melalui proses pengecekan kembali oleh FIFA untuk Piala Dunia U-17.

“Saya senang proses renovasi telah selesai. Dulu pernah dicek oleh FIFA, tapi akan ada proses ulang lagi dari FIFA untuk yang U-17 karena yang kemarin dicek untuk U-20,” ucap Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi menjelaskan, sejumlah sarana dan prasarana yang ada di Stadion Si Jalak Harupat sudah diperbaiki secara detail oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Mulai dari tempat duduk penonton, rumput, lampu, toilet, ruang ganti pemain, hingga akses keluar-masuk stadion.

“Untuk U-20 kemarin ini sudah layak untuk dipakai, tapi untuk U-17 masih ada proses perbaikan lagi karena memang ini beda. Jadi mungkin jahit rumputnya tetap dilakukan,” ungkap Presiden.

Turut mendampingi Presiden dalam peninjauan tersebut adalah Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Bupati Bandung Dadang Supriatna.