Presiden Filipina Ferdinand R. Marcos Jr menyaksikan penandatangan kontrak pembangunan infrastruktur transportasi North-South Commuter Railway Project dari Department of Transportation (DOTr) Filipina, pada Kamis (13/7) di Istana Malacanang, Manila. (Foto: Dok. Kemlu)
Jakarta, Indonesiainfo.id - Presiden Filipina Ferdinand R. Marcos Jr menyaksikan penandatangan kontrak pembangunan infrastruktur transportasi North-South Commuter Railway Project dari Department of Transportation (DOTr) Filipina, pada Kamis (13/7) di Istana Malacanang, Manila.
Joint venture dua BUMN Indonesia yaitu PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan PT PP (Persero) Tbk, memenangkan dua proyek yaitu CP S-01 untuk pengerjaan Blumentrit Extension 1,2 km viaduct (jembatan rel di atas jalan umum) dengan nilai 11,672 miliar Peso (Rp3,2 trilyun).
Adapun proyek kedua ialah CP S-03C untuk pengerjaan 5,8 km viaduct serta tiga jembatan senilai 20,92 miliar Peso (Rp5,7 triliun), sehingga keseluruhan bernilai hampir Rp9 triliun.
Dalam sambutannya, Presiden Marcos Jr. menyatakan bahwa penandatanganan kontrak tersebut merupakan realisasi dari komitmen Pemerintah Filipina, untuk membangun sistem transportasi publik yang inklusif dan efisien.
Penandatangan dilakukan oleh Isman Widodo selaku General Manager Railway Department PT Adhi Karya (Persero) Tbk, dan Pande Ketut Gede Karmawan sebagai Senior Vice President of Infrastructure Division PT PP (Persero) Tbk. (Magang)