Penghayat kepercayaan, Tri Suseno (kanan) menerima KTP secara simbolis dari Wagub Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Foto: Ist)
Jakarta, Indonesiainfo.id - Majelis Luhur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha ESA Indonesia (MLKI) menekankan aktualisasi pendidikan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa (YME) bagi satuan pendidikan.
Pendidikan kepercayaan tertuang dalam permendikbud 27/2016, layanan peserta didik masyarakat penghayat harus dilayani baik oleh pemerintah maupun non pemerintah.
Pada tahun 2017 MLKI bersama Direktorat Kepercayaan Tuhan YME dan masyarakat adat membangun infra pendidikan,infra pendidikan terdiri dari 4 unsur yaitu, kurikulum pendidikan, pengajar, buku rujukan, dan peserta didik.
Pada 2021 terbentuk progam studi (Prodi) pendidikan kepercayaan terhadap Tuhan YME (PKT-TYME) di Universitas 17 agustus 1945 Semarang.
Pada angkatan pertama dan kedua terdapat 35 mahasiswa dan semuanya mendapatkan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Karena pengajar Prodi PKT-TYME belum ada yang memiliki latar belakang sebagai pendidik dalam prodi tersebut, maka jalan tengahnya ialah memiliki latar belakang filsafat, atau psikologi, sejarah, serta soial budaya.
Untuk saat ini hanya ada satu kampus yang mengadakan Prodi PKT-TYME, maka dengan adanya dukungan dari pemerintah dan lembaga terkait, diharapkann dapat menjadi wasilah untuk tersebarnya prodi baru ini. (Magang)