• EKSEKUTIF

Menteri Anas: Birokrasi Harus Berdampak Turunkan Stunting

Syafira | Selasa, 01 Agu 2023 14:35 WIB
Menteri Anas: Birokrasi Harus Berdampak Turunkan Stunting Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Abdullah Azwar Anas. (Foto: Ist)

Jakarta, Indonesiainfo.id - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas mengatakan, kerja-kerja birokrasi harus memiliki dampak langsung ke penurunan stunting di masyarakat.

Menteri Azwar Anas menilai kerja birokrasi tidak boleh hanya sibuk di urusan administrasi, tetapi harus memberikan perubahan nyata di masyarakat.

"Birokrasi ini tidak boleh sibuk sendiri, rapat sana rapat sini, yang diurus lebih banyak tumpukan kertas. Birokrasi harus fokus ke masyarakat. Kerjaan ASN bisa kurangi kemiskinan engga? Bisa turunkan angka stunting engga?" ujar Menteri Anas dalam keterangannya dikutip dari situs KemenPANRB, Selasa (01/08/23).

Menteri Anas menyebut bahwa kerja bersama untuk mengurangi stunting adalah aksi nyata penerapan nilai-nilai Pancasila.

"Gerakan yang dihadirkan hari ini (Pancasila dalam Tindakan Mendukung Penurunan Stunting yang digelar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila) merupakan bentuk konkret komitmen dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam tindakan nyata. Gotong Royong tercermin dalam bentuk collaborative governance antar-kementerian/lembaga/pemerintah daerah dalam menangani stunting," kata Menteri Anas.

Kementerian PANRB lewat Reformasi Birokrasi (RB) Tematik adalah salah satu pendorong agar kerja birokrasi memiliki dampak langsung di masyarakat. Sesuai arahan Presiden Joko Widodo agar birokrasi harus lincah dan cepat serta berorientasi kepada hasil atau outcome, bukan fokus ke input atau hulunya.

"Di Kementerian PANRB kita nilai indeks Reformasi Birokrasi yang harus mengggambarkan dampak kepada masyarakat yang kita sebut RB Tematik. Ada empat sasaran: kemiskinan, investasi, dan percepatan program prioritas seperti produk dalam negeri, inflasi, tentu saja pengurangan stunting. ketiga diatas ditopang oleh digitalisasi pemerintahan," lanjut mantan Kepala LKPP ini.

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mohammad Mahfud MD yang mewakili Wakil Presiden RI dalam kesempatan yang sama menyampaikan pentingnya menurunkan angka stunting, khususnya dalam mempersiapkan Indonesia Emas.

"Masalah stunting yang amat kritikal bisa kita selesaikan bersama dengan gotong royong. Indonesia akan jadi Indonesia yang hebat, tahun 2045 akan jadi Indonesia Emas. Kita harus hidupkan semangat gotong royong untuk turunkan stunting," ujar mantan Ketua MK ini.

"Dampak buruk stunting memengaruhi kualitas SDM sebuah negara. Stunting bukan hanya berdampak kondisi fisik anak, tetapi juga kesehatan dan kemampuan berpikirnya. Kami di BPIP berikhtiar meneladankan nilai Pancasila melalui program Bapak Asuh Anak Stunting," pungkas Mahfud MD.