• EKSEKUTIF

RI Ingatkan Pentingnya Stabilitas Maritim Indo-Pasifik

Eko Budhiarto | Kamis, 03 Agu 2023 14:06 WIB
RI Ingatkan Pentingnya Stabilitas Maritim Indo-Pasifik Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi. (Foto: Ist)

Jakarta, Indonesiainfo.id - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia serukan pentingnya perdamaian dan stabilitas maritim di kawasan Indo-Pasifik

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI  Retno L.P. Marsudi mengatakan, berbagai kepentingan negara besar kerap berbenturan di kawasan tersebut. Kegagalan dalam mengatasi tantangan ini dapat mengancam perdamaian dan stabilitas di kawasan.

“Kita harus cegah kawasan ini menjadi Epicentrum of conflict. Dimensi maritim berperan kunci dalam menciptakan kawasan ini sebagai Epicentrum of Growth,” ujar Menlu Retno dalam keterangannya dikutip dari situs Kemlu pada Kamis (3/8/23).

Pernyataan tersebut disampaikan Menlu Retno dalam pidato kunci pada pembukaan pertemuan the 11th Expanded ASEAN Maritime Forum (EAMF) di Bali (02/08).

Dalam kesempatan itu, Menlu Retno juga menyampaikan pentingnya visi bersama yang menjadi pedoman di kawasan maritim Indo-Pasifik.

Pertama, memastikan terwujudnya `lautan perdamaian`, melalui penerapan hukum internasional yang konsisten dan memastikan tidak adanya tindakan yang mengancam keamanan pihak lain.

Kedua, mewujudkan `lautan kerja sama` sebagai katalis dalam membangun kepercayaan dan perdamaian yang berkelanjutan. Dalam hal ini, the ASEAN Outlook on Indo-Pacific (AOIP) berperan sentral dalam mendorong kerja sama di ranah maritim, termasuk sektor ekonomi biru, keamanan maritim, dan mendukung kesejahteraan penduduk pesisir.

Menlu Retno mendorong agar EAMF dapat menjadi wadah untuk mengembangkan dan memperkuat sinergi kebijakan terkait kerja sama dan tata kelola maritim di Indo-Pasifik.

“Semua pemangku kepentingan harus turut serta dalam mewujudkan tujuan ini,” tegas Menlu Retno.

sementara itu, Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN, Sidharto Suryodipuro, menyampaikan pentingnya membangun kepercayaan, serta peran aktif dan sentralitas ASEAN dalam membentuk kebijakan dan tata kelola maritim di kawasan.

“ASEAN juga baru saja meluncurkan edisi perdana ASEAN Maritime Outlook (AMO) yang merangkum berbagai progres dan arah kerja sama maritim ASEAN dalam satu dokumen yang komprehensif,” ujar Dirjen Kerja Sama ASEAN.

EAMF dihadiri perwakilan pejabat tinggi seluruh negara ASEAN, serta delapan negara mitra yaitu Amerika Serikat, Australia, India, Jepang, Korea Selatan, Rusia, RRT, dan Selandia Baru. Sejumlah panelis juga hadir untuk memaparkan inisiatif kerja sama maritim yang mencakup aspek perdamaian, stabilitas, dan ekonomi biru. EAMF terselenggara dalam rangkaian kegiatan ASEAN Senior Officials’ Meeting (SOM) yang diselenggarakan di Bali pada 31 Juli – 5 Agustus 2023.