Ilustrasi tambang Batu Bara. (Foto: Ist)
Jakarta, Indonesiainfo.id - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan menyiapkan sejumlah insentif tambahan untuk mempercepat hilirisasi batu bara.
Plt. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Bambang Suswantono menjelaskan, sesuai skenario peta jalan menuju Net Zero Emission (NZE), produksi batubara akan mengalami penurunan pada tahun 2030.
"Penurunan produksi batubara dikarenakan penurunan angka ekspor batubara, maupun kebutuhan batubara sebagai bahan baku pembangkit listrik, seiring meningkatnya bahan baku dari Energi Baru Terbarukan (EBT) menjadi sumber pembangkit listrik," jelas Bambang dalam keterangannya dikutip dari laman Kementerian ESDM pada Kamis (28/9).
Bambang menyebut salah satu strategi dalam pemanfaatan batu bara adalah dengan hilirisasi batu bara. Hal ini sejalan dengan program Presiden RI Joko Widodo dalam hilirisasi industri untuk mencapai Indonesia emas pada tahun 2045, sehingga akan memberikan nilai tambah terhadap produk-produk yang dihasilkan.
Batu bara dapat diolah menjadi produk turunan, baik sebagai bahan baku industri maupun sumber energi seperti Dimethyl Ether (DME), Methanol, Synthetic Gas, Hidrogen dan Amonia. Saat ini, beberapa industri hilir batu bara telah selesai dibangun, yaitu briket batu bara, pembuatan kokas, dan upgrading batu bara
Guna mendukung hilirisasi batu bara tersebut, Bambang mengatakan, pemerintah menyediakan tiga insentif bagi perusahaan yang berkomitmen untuk melakukan hilirisasi batu bara.
Ketiga insentif tersebut yaitu; Pertama, insentif dengan pengurangan tarif royalti batu bara khusus untuk gasifikasi batu bara hingga 0%. Kedua, insentif pengaturan harga batu bara khusus untuk meningkatkan nilai tambah (gasifikasi) yang dilaksanakan di mulut tambang.
"Insentif ketiga ialah masa berlaku Izin Usaha Pertambangan batubara yang dikhususkan pada batubara untuk gasifikasi diberikan sesuai dengan umur ekonomis industri gasifikasi batubara," tandasnya.
Untuk diketahui, produksi batu bara Indonesia pada tahun 2022 mencapai 687 juta ton, meningkat apabila dibandingkan dengan produksi batu bara pada tahun 2021. Produksi batu bara tahun 2022 digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sebanyak 215 juta ton, salah satunya adalah sebagai pasokan untuk kebutuhan PLTU batu bara, sedangkan sebagian dipasarkan ke luar negeri.