Pemerintah Indonesia melalui Kemenko PMK mengirimkan bantuan kemanusiaan dalam penanggulangan bencana banjir Libya. (Foto: Kemenko PMK)
Jakarta, Indonesiainfo.id - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mengirimkan bantuan kemanusiaan dalam penanggulangan bencana banjir Libya.
Bantuan yang dikirimkan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Senin (02/10) ini, berupa dalam bentuk barang-barang kebutuhan dasar korban banjir seperti pakaian, selimut, serta obat-obatan medis senilai lebih dari 13,9 Milyar Rupiah.
Plt. Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah dan Penanggulangan Bencana Kemenko PMK, Sorni Paskah Daeli menyebut, Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki banyak pengalaman dan keahlian dalam penanganan darurat dan pasca bencana wajib ikut serta membantu Negara Libya.
"Bantuan ini diberikan mengingat Negara Indonesia memiliki banyak pengalaman dalam penanganan darurat bencana serta Libya adalah negara yang memiliki nilai strategis bagi Indonesia yaitu di bidang kerjasama ekonomi," kata Soni dalam keterangannya di laman Kemenko PMK.
Sebagaimana diketahui, bencana banjir di Libya terjadi pada 9 September 2023, akibat Badai Daniel yang meruntuhkan dua bendungan yakni Al-Bilad dan Abu Mansour. Kota yang terdampak bencana banjir, di antaranya adalah Derna, Benghazi, Al Bayda, Shahat, dan Al Marj.
Wilayah yang terdampak paling parah adalah Kota Darna. Bencana banjir ini mengakibatkan 884.000 orang terdampak, meninggal dunia sebanyak 6.000 orang, dan hilang lebih dari 10.000 orang.
"Saya berharap dengan adanya pengiriman bantuan ini dapat meringankan beban penderitaan masyarakat Libya khususnya pada daerah yang terdampak banjir," imbuh Sorni.