• EKSEKUTIF

Mahfud MD: Indonesia Tak Lagi Kirim Asap ke Negara Tetangga

Eko Budhiarto | Senin, 09 Okt 2023 16:40 WIB
Mahfud MD: Indonesia Tak Lagi Kirim Asap ke Negara Tetangga Menkopolhukam Mahfud MD. (Foto: Biro Humas Kemenko Polhukam).

Jakarta, Indonesiainfo.id - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengatakan, saat ini tidak ada kiriman asap ke negara tetangga akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia, seperti masa lalu.

"Tidak ada kiriman asap seperti yang disampaikan oleh beberapa pihak atau seperti yang terjadi setiap tahun di masa lalu. Sekarang tidak ada lagi," kata Mahfud usai Rapat Koordinasi Lintas Kementerian/Lembaga di Jakarta, Senin (9/10/2023).

Mahfud menuturkan, tahun ini fenomena El Nino memicu peningkatan titik panas (hot spot) dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Namun Karhutla yang ditimbulkan lebih kecil dibanding tahun-tahun sebelumnya.

"Jika dibandingkan dengan El Nino pada tahun 2019 yang lalu, karhutla pada tahun ini masih lebih kecil dan terkendali. Kita akan terus memonitoring hot spot yang meningkat, meskipun tidak selamanya hot spot menjadi fire spot," tuturnya.

Mahfud mengatakan siaga Karhutla terus dilaksanakan oleh pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten, terutama pada daerah-daerah yang sebaran titik panasnya luas. Yakni dengan melakukan patroli terpadu, baik Polri, dinas terkait, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan pihak swasta dengan terus memantau titik panas.

"Operasi darat akan diutamakan dan dimaksimalkan, karena operasi udara pesawat kita terbatas," katanya.

Ia menambahkan teknologi modifikasi cuaca (TMC) tetap terus dilakukan di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta melakukan upaya water bombing dan lain sebagainya.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri RI menyebutkan mendapat tawaran bantuan dari pemerintah Malaysia untuk menangani masalah Karhutla di Indonesia.

Menurut Juru Bicara Kemlu Lalu Muhamad Iqbal, tawaran itu disampaikan pemerintah Malaysia melalui surat yang dilayangkan kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia.

"Inti surat tersebut menyampaikan kondisi kualitas udara terakhir di Malaysia dan kesiapan Malaysia untuk bekerja sama menangani kebakaran hutan yang terjadi, jika pemerintah Indonesia memerlukan," kata Iqbal.