Kementerian Luar Negeri RI. (Foto: Kemlu)
Jakarta, Indonesiainfo.id - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengimbau Warga Negara Indonesia (WNI) agar segera meninggalkan wilayah Palestina dan Israel. Imbauan tersebut disampaikan, mengingat situasi konflik di kedua wilayah tersebut kembali terjadi.
"Menimbang situasi keamanan terakhir dan demi keselamatan para WNI, Pemerintah Indonesia menghimbau agar WNI yang berada di wilayah Palestina maupun Israel segera meninggalkan wilayah tersebut," demikian bunyi imbauan Kemlu RI dalam laman resminya, pada Selasa (10/10).
Pemerintah juga mengimbau WNI yang sudah merencanakan perjalanan ke Palestina atau Israel untuk membatalkan rencananya hingga adanya pemberitahuan lebih lanjut.
Sebelumnya, Direktur Perlindungan WNI Kemlu Judha Nugraha mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo dan Beirut untuk memonitor situasi di Palestina serta menyiapkan rencana evakuasi bagi WNI.
"Untuk lokasi yang masih memungkinkan pergerakan yang relatif aman, seperti beberapa titik di Israel, diminta para WNI untuk segera meninggalkan wilayah tersebut, termasuk bagi para WNI wisatawan," ujarnya beberapa waktu lalu.
Berdasarkan data terbaru terdapat 45 WNI di Palestina, di mana 10 WNI berada di Gaza dan lainnya di Tepi Barat. Selain ke-45 WNI tersebut, terdapat 230 WNI yang sedang melakukan wisata religi di berbagai titik di Israel dan hingga saat ini tidak ada laporan WNI yang menjadi korban.
Kelompok bersenjata Hamas menyerbu pagar perbatasan Israel-Gaza dari Gaza pada Sabtu, 7 Oktober 2024 untuk menewaskan tentara dan warga sipil Israel. Hamas menyandera puluhan orang di daerah kantong Palestina berpantai tersebut.
Israel merespons dengan melancarkan pemboman besar-besaran di Gaza dan kemungkinan dilanjutkan dengan serangan darat ke wilayah yang telah mereka tinggalkan hampir dua dekade lalu setelah 38 tahun diduduki.
Serangan Hamas itu menyebabkan 800 warga Israel tewas dan lebih dari 2.500 orang terluka. Sedangkan dari pihak Palestina sudah lebih dari 500 warga tewas dan lebih dari 3.000 orang terluka akibat serangan udara Israel.