• EKSEKUTIF

Kemendag Target Ekspor Nonmigas 2024 Tembus Rp4.700 Triliun

Eko Budhiarto | Jum'at, 05 Jan 2024 12:05 WIB
Kemendag Target Ekspor Nonmigas 2024 Tembus Rp4.700 Triliun Gedung Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia. (Foto: Ist)

Jakarta, Indonesiainfo.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengatakan, pihaknya menargetkan pertumbuhan anual ekspor nonmigas sebesar 2,5%—4,5%, menembus kisaran minimal US$297 miliar hingga US$302,7 miliar atau setara Rp4.611 triliun hingga Rp4.700 triliun (asumsi kurs Rp15.527/US$), pada 2024.

Target tersebut, lanjut Mendag, ditopang oleh kinerja pengapalan untuk komoditas minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dan derivatifnya. Selain itu, otoritas perdagangan juga masih mengandalkan ekspor dari batu bara, turunan nikel, manufaktur, serta produk hasil hutan untuk mencapai target tahun ini.

“Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekspor nonmigas 2,5%—4,5% pada 2024. [Komoditas andalan] tetap CPO dan batu bara, lalu [produk] hilirisasi seperti nikel tentu juga manufaktur dan produk hasil hutan,” ujar Zulkifli Hasan dalam keterangan resminya dikutip dari laman Kemendag, Jum`at (5/1/2024).

Terkait dengan upaya pencapaian target tersebut, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan bakal menyasar pasar-pasar nontradisional. Apalagi, permintaan dari China – selaku mitra dagang nomor wahid Indonesia – masih belum akan pulih total.

Adapun, pasar nontradisional yang ingin disasar adalah India, Pakistan, Mesir, Malaysia, Thailand, dan Filipina. Pasar-pasar tersebut dinilai potensial karena perdagangan Indonesia dengan beberapa negara tersebut sudah mencatatkan surplus.

“Pakistan itu kalau tidak salah tahun lalu surplusnya US$3 miliar, Bangladesh kita surplus US$2 miliar. Jadi kita cari pasar baru selain juga membuat produk-produk kita memiliki nilai tambah seperti hilirisasi,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Didi Sumedi mengatakan CPO memang tetap menjadi salah satu komoditas yang diandalkan.

Namun, lanjut Dedi, pemerintah menerapkan strategi yang berbeda agar target pertumbuhan 2,5%—4,5% pada 2024 bisa tercapai, yakni dengan menargetkan pasar baru. “Membuat program ekspor dari misi dagang, berpartisipasi aktif dalam beberapa pameran, memperluas akses pasar dengan membuka terus perjanjian dagang dengan negara-negara yang sedang kita tuju,” ujarnya.

Mencuplik data terakhir Badan Pusat Statistik (BPS), realisasi ekspor nonmigas 2023 per November 2023 mencapai US$20,72 miliar. Sepanjang 11 bulan pertama tahun lalu, capaian secara kumulatif menyentuh US$221,96 miliar.

Ekspor nonmigas sepanjang Januari—November 2023 ditopang oleh komoditas bahan bakar mineral (BBM) atau batu bara US$39,7 miliar, lemak dan minyak hewani/nabati atau CPO US$26,45 miliar, besi dan baja US$24,42 miliar, mesin dan peralatan elektrik US$13,26 miliar, serta kendaraan dan bagiannya US$10,32 miliar.