Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga (Foto: Ist)
Jakarta, Indonesiainfo.id - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mendorong pembangunan manusia (SDM) yang merata dan inklusif menjangkau seluruh lapisan masyarakat termasuk kelompok disabilitas.
Hal tersebut disampaikan Bintang dalam dialog pertemuan bersama atlet National Paralympic Committe Indonesia (NPCI) Kota Denpasar, Sabtu (16/2).
“Sebuah negara bisa menjadi negara maju karena didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas tinggi. Pembangunan kualitas sumber daya manusia harus merata dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat baik laki-laki dan perempuan, lansia, anak-anak, maupun disabilitas,” ujarnya.
Menteri PPPA menyampaikan komitmen pemerintah Indonesia dalam menjalankan program yang inklusif dan berkeadilan bagi kelompok disabilitas sesuai dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Disabilitas.
“Kemen PPPA bersama dengan Kementerian Sosial (Kemensos) telah berkoordinasi untuk dapat memberikan pemenuhan hak bagi kelompok disabilitas melalui asesmen kebutuhan, pemberian bantuan, serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat dalam memfasilitasi ruang-ruang latihan yang bisa digunakan seperti lapangan dan sarana kebugaran,” tuturnya.
Lebih lanjut, Menteri PPPA juga menyampaikan pentingnya memiliki BPJS ketenagakerjaan dan kesehatan bagi para atlet disabilitas yang lebih rentan terhadap kecelakaan fisik saat berlatih maupun dalam perjalanan menuju tempat latihan.
"Diharapkan sinergi dan kolaborasi lintas sektor mulai dari organisasi, pemerintah kota dan pemerintah provinsi bisa terjalin untuk mengawal pemenuhan hak bagi atlet disabilitas tersebut," ujarnya.
Dialog Menteri PPPA bersama Atlet NPCI dihadiri oleh 18 atlet disabilitas Kota Denpasar, atlet yang menggeluti cabang olahraga atletik, renang, tenis meja dan catur.
Dalam dialog tersebut, para atlet disabilitas menyampaikan harapannya agar bisa berlatih dengan aman dan meningkatkan prestasi. Ni Komang Yuni Lestari menyampaikan perlunya kemudahan akses dalam menjangkau lokasi latihan yang cukup jauh dari tempat tinggalnya.
Selain itu, Desak Nyoman Pintarrasti turut menyampaikan kebutuhan lokasi latihan yang aman untuk cabang olah raga lempar cakram dan lempar lembing. Semuanya ini diperlukan agar prestasi atlet ini tetap terjaga.