Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima Menteri Inggris untuk Indo-Pasifik Anne-Marie Trevelyan, di kediaman dinasnya, pada Kamis (29/02). (Foto: Ekon.go.id)
Jakarta, Indonesiainfo.id - Menko Perekonomian RI Airlangga Hartarto dan Menteri Inggris untuk Indo-Pasifik Anne-Marie Trevelyan membahas upaya peningkatan kerja sama ekonomi strategis Indonesia-Inggris, saat kedua menteri itu bertemu pada Kamis (29/2) lalu di Jakarta.
"Pertemuan juga membahas beberapa isu kerja sama lainnya, misalkan di bidang kesehatan dan produk farmasi, pertanian termasuk pengembangan komoditas kelapa sawit yang berkelanjutan, serta sektor maritim dan perikanan," ujar Airlangga dilansir laman Ekon, Sabtu (2/3).
Selain itu, keduanya membahas perkembangan aksesi Indonesia untuk masuk menjadi anggota The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) dan reformasi World Trade Organization (WTO) dalam pertemuan Organisasi Perdagangan Dunia (MC13).
Menko Airlangga mengapresiasi Pemerintah Inggris atas dukungan terhadap proses aksesi Indonesia menjadi anggota OECD, setelah OECD secara resmi memutuskan untuk membuka diskusi dengan Indonesia beberapa waktu lalu.
Selanjutnya, Menteri Inggris untuk Indo-Pasifik juga membagikan pengalaman Inggris yang telah menjadi anggota ke-12 Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP) pada pertengahan tahun lalu.
“Mungkin butuh waktu sekitar dua tahun dari proses pengajuan hingga resmi menjadi negara anggota CPTPP. Terdapat beberapa ketentuan yang perlu disiapkan, untuk itu Pemerintah Inggris juga siap untuk memberikan dukungan kepada Indonesia untuk bergabung dalam CPTPP,” ujar Menteri Anne-Marie.
Menko Airlangga memandang dengan bergabungnya Indonesia ke dalam CPTPP merupakan langkah ke depan yang signifikan untuk sistem peraturan yang lebih terintegrasi.
CPTPP juga bisa dimanfaatkan Indonesia untuk meningkatkan perdagangan, investasi, serta kerja sama teknis dengan negara mitra kawasan lainnya.
"Di samping itu, Inggris bersama Indonesia telah menjadi Ketua Bersama untuk kegiatan Forest, Agriculture Commodity Trade (FACT) Dialogue," ujar Airlangga.
Kegiatan tersebut terjalin antar Pemerintah berbagai negara yang merupakan negara produsen dan konsumen utama untuk komoditas pertanian yang diperdagangkan secara internasional.
Dikarenakan Indonesia akan mengakhiri masa sebagai Ketua Bersama FACT Dialogue pada Maret 2024 mendatang, maka Inggris selaku Ketua Bersama juga diundang hadir pada kegiatan FACT Forum 2024 yang akan diselenggarakan pada 6-8 Maret 2024 di Bali.
Menko Airlangga juga membagikan pengalaman Indonesia dalam digitalisasi di bidang pendidikan melalui pelaksanaan Kartu Prakerja, serta digitalisasi bidang kesehatan saat penanganan pandemi Covid-19 melalui aplikasi PeduliLindungi.