• EKSEKUTIF

Menkes Budi Dorong Pemenuhan Dokter di Indonesia

Syafira | Senin, 11 Mar 2024 10:25 WIB
Menkes Budi Dorong Pemenuhan Dokter di Indonesia Menkes Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Setpres).

Jakarta, Indonesiainfo.id - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mendorong pemenuhan dokter di Indonesia, termasuk di Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya.

Ia menyampaikan sesuai standar WHO, rasio dokter dan pasien adalah 1 dokter untuk 1.000 pasien, sedangkan Indonesia hanya memiliki 150 ribu-an dokter. Jumlah itu masih sangat kurang, khususnya untuk dokter spesialis.

UM Surabaya, kata Menkes Budi, memiliki potensi dan peran yang sangat penting untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Indonesia.

Universitas yang dimiliki oleh Muhammadiyah mengelola 171 program studi, 13 fakultas kedokteran (FK), dan 125 rumah sakit. Hal ini sangat membantu Kementerian Kesehatan dalam mendukung peningkatan layanan kesehatan, terutama pemenuhan jumlah dokter dan dokter spesialis.

“Cuma FK-nya baru 13. Jadi, kalau bisa ditambah. Saya sangat mendukung Muhammadiyah dan Aisyah untuk menambah FK,” kata Menkes Budi.

Hal tersebut disampaikan Menkes Budi dalam acara peresmian At Ta’awun Tower dan ground breaking Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Universitas Muhammadiyah Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (9/3/24).

Dalam kesempatan itu, Menkes Budi berpesan kepada seluruh dokter dan rektor universitas milik Muhammadiyah bahwa ilmu kedokteran di luar negeri bukan sekedar ilmu kedokteran, melainkan sekolah medis (medical school).

Universitas Muhammadiyah dengan FK baru harus mengembangkan diri agar menjadi FK masa depan yang tidak hanya mencakup ilmu kedokteran, tetapi juga artificial intelligence, biomolekuler, biokimia, dan bioinformatika.

Dengan demikian, FK Muhammadiyah menawarkan paket lengkap dan menjadi pembeda dengan FK kampus lainnya. Hal ini bertujuan agar FK Muhammadiyah dapat menjadi pemimpin dunia dalam membangun pengetahuan mengenai kesehatan manusia di masa depan.

Menkes menutup sambutannya dengan menitipkan pesan untuk menjadikan Fakultas Kedokteran Muhammadiyah sebagai FK masa depan yang menggabungkan transdisiplin dari ilmu-ilmu kesehatan untuk memimpin dunia dan menjadi yang terdepan serta tidak hanya mengikuti.

“Saya percaya kalau rumah sakit Muhammadiyah, Fakultas Kedokteran Muhammadiyah bisa langsung mulai ke sana karena baru dan terintegrasi bisa saling mendukung bukannya saling menyaingi dan saling ketakutan," kata Menkes Budi.

Dengan demikian, lanjut Menkes Budi, masa depan kesehatan Indonesia akan lebih baik dan bangsa kita bisa menjadi bangsa maju di tahun 2030 berkat Muhammadiyah..