• EKSEKUTIF

Lewat Forum Ini, KKP Gaet Investor Garap Perikanan Budidaya

Pamudji | Selasa, 30 Apr 2024 07:07 WIB
Lewat Forum Ini, KKP Gaet Investor Garap Perikanan Budidaya Ilustrasi perikanan budidaya

Jakarta.Indonesiainfo - Kementerian Kelautan dan Perikanan mempromosikan potensi perikanan budidaya kepada pelaku usaha dalam dan luar negeri. Promosi ini dilakukan melalui Indonesia Aquaculture Business Forum (IABF) 2024, yang digelar di Jakarta.

Even tersebut merupakan kali kedua KKP menggelar forum bisnis skala besar pada 2024 untuk sektor perikanan. Sebelumnya kementerian menyelenggarakan Indonesia Marine and Fisheries Business Forum (IMFBF) pada awal Februari. 

KKP menargetkan nilai investasi perikanan meningkat sebesar 15% di 2024, dimana realisasi tahun sebelumnya mencapai Rp12,07 triliun.

"Ini adalah bagian dari roadshow KKP untuk implementasi roadmap ekonomi biru, khususnya di bidang perikanan budidaya. Kami punya harapan budidaya ini meningkat produksinya di masa depan," ungkap Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, seperti dikutip dari laman resmi Kementerian Kelautan dan Perikanan, di Jakarta, Selasa (30/4/2024).

Trenggono memaparkan, kegiatan ini bertujuan meyakinkan investor dari dalam dan luar negeri untuk terjun ke bidang budidaya perikanan di Indonesia. Pemerintah Indonesia berkomitmen memberikan kemudahan perizinan, insentif, keamanan dan kestabilan iklim politik, konektivitas, dan sumber daya manusia terampil sebagai tenaga kerja.

Selain itu, KKP telah memplot lima komoditas unggulan yang akan ditingkatkan produksinya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun pasar ekspor. Kelimanya yakni udang, rumput laut, kepiting, lobster, dan nila salin. 

KKP juga memiliki strategi utama dalam mengakselerasi pengembangan perikanan budi daya di Indonesia. Yakni melalui modelling budi daya berbasis kawasan seperti yang sudah dibangun di Kebumen (udang), Karawang (nila salin), dan Wakatobi (rumput laut). Kemudian melakukan revitalisasi tambak dan membangun kampung perikanan budi daya untuk pemenuhan konsumsi domestik. 

Sedangkan untuk mendukung implementasi pembangunan perikanan budi daya yang berkelanjutan, KKP sedang membangun Ocean Big Data dan Ocean Accounting yang didukung dengan pemanfaatan satelit, artificial intelligent, IoT serta teknologi digital.

"Aquaculture ini berbeda dengan komoditas tambang atau telekomunikasi ya, yang minat investasinya tinggi sekali. Kalau di aquaculture ini kita perlu meyakinkan dulu, kita buat modelnya. Investasi yang menunjukkan minat ada Vietnam, dan China," bebernya.

Gelaran IABF 2024 dengan tema Sustainable Aquaculture For Food Security and Economic Growth tersebut dihadiri lebih dari 300 tamu undangan dari kalangan pelaku usaha dalam dan luar negeri, asosiasi, hingga akademisi. Kegiatan ini turut dihadiri Duta Besar Vietnam dan perwakilan Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia. 

Selain mengulas peluang investasi di sektor kelautan dan perikanan, kegiatan IABF juga diisi dengan penandatangan perjanjian kerjasama antara KKP dengan sejumlah stakeholder, serta kerjasama antar-stakeholder.