• EKSEKUTIF

KKP Terima Puluhan Ribu Benih Bening Lobster Sitaan TNI AL

Eko Budhiarto | Senin, 06 Mei 2024 23:19 WIB
KKP Terima Puluhan Ribu Benih Bening Lobster Sitaan TNI AL KKP Terima Puluhan Ribu Benih Bening Lobster Sitaan TNI AL. (Foto: KKP)

Jakarta, Indonesiainfo.id - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menerima puluhan ribu ekor benih bening lobster (BBL) hasil penyelundupan yang berhasil digagalkan oleh tim TNI AL di Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Plt Dirjen Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP, Pung Nugroho, mengatakan bahwa penyelundupan BBL kian marak, ketika musimnya tiba.

"(Penyerahan BBL hasil sitaan TNI, red) ini menjadi prestasi (sinergi) yang membanggakan dan ke depan kita berharap ada keberlanjutan," kata Pung Nugroho dalam keterangannya dikutip dari laman resmi KKP.

Keterangan itu disampaikan dalam konferensi pers Penyerahan barang bukti BBL di Kantor Pangkalan TNI AL (Lanal) 3 Palembang, Senin (6/5/24).

Adapun total BBL yang berhasil disita TNI AL sebanyak 99.648 ekor dengan rincian, jenis pasir sebanyak 89.268 ekor dan jenis mutiara sebanyak 10.380 ekor. Dari jumlah tersebut, perkiraan nilai kerugian negara yang terselamatkan sebesar Rp14.947.200.000.

Ipung menjelaskan, sebelumnya sudah dua kali dilakukan penggagalan penyelundupan BBL. Pertama, pada Februari di Bandara Lombok oleh Aviation Secutity (Avsec) PT. Angkasa Pura 1 Bandara Lombok, NTB dengan jumlah BBL sebanyak 18.952 ekor.

Kemudian, pada April 2024 di perairan Tanjung Jabung Timur oleh Polres Tanjab Timur, Provinsi Jambi dengan jumlah BBL sebanyak 148.455 ekor.

"Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa modus operandi penyelundupan BBL selain jalur laut, dilakukan juga melalui jalur udara yaitu melalui bandar udara."

Untuk itu, kata Ipung, diperlukan penguatan kerja sama antar Kementerian/Lembaga dalam pengawasan dan penindakkan hukum terhadap pelaku penyelundupan dan aktivitas illegal yang dapat menggangu kelestarian sumber daya benih bening lobster ini.

"Tentunya (penguatan kerja sama tersebut dilakukan, red) melalui pola tindak, pola operasi dan strategi pengawasan yang akan dibangun bersama," kata dia.