Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah dalam pertemuan dengan Konsul Jenderal RI untuk Hong Kong dan Makau, Yul Edison, di Makau, Rabu (8/5/2024) waktu setempat. (Foto: Kemnaker RI)
Jakarta, Indonesiainfo.id - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan pelindungan bagi pekerja migran Indonesia (PMI) di Makau.
Hal itu Menaker Ida sampaikan dalam pertemuan dengan Konsul Jenderal RI untuk Hong Kong dan Makau, Yul Edison, di Makau, Rabu (8/5/2024) waktu setempat.
"Kami berharap kunjungan kerja kami kali ini dapat memperkuat diplomasi di bidang ketenagakerjaan antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Hong Kong dan Pemerintah Makau, khususnya dalam hal peningkatan pelindungan pekerja migran Indonesia," kata Ida Fauziyah dalam keterangannya dilansir dari laman resmi Kemnaker RI, Jumat (10/5/24) di Jakarta.
Lebih lanjut, Menaker Ida menekankan pentingnya peningkatan pelindungan bagi PMI di Makau. Ia mengatakan, Makau merupakan salah satu tujuan penempatan favorit bagi pekerja migran.
Kemnaker mencatat, per Maret 2024, terdapat 6.501 PMI yang bekerja di Makau. Mereka bekerja di berbagai sektor antara lain perhotelan; real estate, persewaan dan kegiatan bisnis; dan rekreasi, budaya, permainan, dan jasa lainnya.
"Sehubungan dengan hal tersebut, pada kunjungan kerja kami ke Makau, kami akan bertemu dengan Chief Executive of Macau untuk meminta dukungan dalam peningkatan pelindungan pekerja migran Indonesia di Makau," ujarnya.
Sebagai tambahan informasi, selain bertemu dengan Chief Executive of Macau terkait pelindungan pekerja migran, rencananya Ida Fauziyah juga akan menghadiri Business Matching bagi pekerja migran di Hong Kong.
Kemudian, dalam kesempatan itu, Menaker juga akan melakukan sosialisasi informasi pasar kerja dan program jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja migran Indonesia.