Ilustrasi kopi
Jakarta, Indonesiainfo - Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mendorong hilirisasi Kopi Papua agar memberikan nilai tambah bagi petani.
Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia mengatakan, Kopi Papua bukan hanya sebatas komoditas perkebunan, tetapi bisa menjadi produk yang berkulitas dan dikenal secara luas.
"Tantangannya, bagaimana hilirisasi kopi, agar nilai tambahnya bisa dinikmati secara domestik oleh negara dan petani. Jangan hanya kebunnya saja di sini (Indonesia),” kata dia dalam keterangannya di Jakarta, Senin (13/5/2024).
Bahlil mengatakan, terdapat tiga merek kopi Papua yang mendunia, yaitu kopi Wamena Lembah Baliem, kopi Bintang, serta kopi Amungme. Masing-masing kopi memiliki karakteristik tersendiri.
Semisal kopi Wamena Lembah Baliem berasal daerah Wamena dan dibudidayakan di ketinggian 1.200-1.600 meter di atas permukaan laut (mdpl), sedangkan kopi Bintang dibudidayakan secara organik, serta biji kopi dipanen secara manual.
Sementara itu kopi Amungme diambil dari nama suku yang mengelolanya yaitu Suku Amungme, dan dibudidayakan di Lereng Gunung Jayawijaya yang memiliki ketinggian di atas 1.200-2.000 mdpl.
Kopi asal Papua tersebut diperkenalkan melalui ajang Melbourne International Coffee Expo atau MICE 2024 yang digelar di Melbourne, Australia, pada 12-14 Mei. MICE 2024 merupakan ajang tahunan pameran kopi terbesar di wilayah Asia Pasifik yang diikuti oleh pelaku industri kopi dan komunitasnya.