• EKSEKUTIF

Jalur Joglosemar Bertumpu pada Kekuatan Sejarah dan Budaya

M. Habib Saifullah | Kamis, 16 Mei 2024 10:27 WIB
Jalur Joglosemar Bertumpu pada Kekuatan Sejarah dan Budaya Ilustrasi kawasan wisata Yogyakarta

Jakarta, Indonesiainfo -  Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menekankan kekuatan sejarah dan warisan budaya pada jalur wisata di kawasan Daerah Istimewa Yogyakarta, Solo, dan Semarang (Joglosemar). Terkait hal ini, kementerian tengah menyiapkan program bertajuk ‘Historical Trail of Joglosemar’.

Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, jalur wisata budaya ini akan mengemas kekuatan Joglosemar berupa sejarah dan warisan budaya yang telah ditetapkan oleh UNESCO.

Selain itu jalur transportasi dan komoditas utama pada masa awal modernisasi, kota-kota lama, serta hidangan tradisional legendaris yang ada di kawasan Joglosemar akan masuk ke dalam jalur wisata. 

“Pola perjalanan ini akan memiliki unsur edukasi, experience, dan entertainment pada empat jalur wisata tematik yang dapat dicoba oleh wisatawan sebagai pilihan aktivitas baru di Kawasan Joglosemar,” kata Sandiaga seperti dikutip dari laman resmi Kemenparekraf, di Jakarta, Rabu (15/5/2024).

Pola perjalanan ini merupakan seri ke-2 setelah sebelumnya pada 2021 Kemenparekraf/Baparekraf lebih dulu meresmikan pola perjalanan di daerah Borobudur. Ketika itu diluncurkan program Borobudur Trail of Civilization (BToC), dengan sembilan subtema aktivitas yang tersebar di seluruh desa di kawasan Borobudur.

Oleh karena itu, dalam percepatan penyusunan jangkauan pola perjalanan wisata budaya, Kemenparekraf dalam hal ini Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) menyelenggarakan “Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Jalur Wisata dan Storytelling Historical Trail of Joglosemar.

Direktur Wisata Minat Khusus Kemenparekraf Itok Parikesit, mengatakan jalur wisata budaya ini akan dikembangkan dengan mengedepankan implementasi prinsip-prinsip sustainable tourism destination dan juga akan melakukan kolaborasi hexahelix. 

“Kami berharap melalui pola perjalanan ini dapat memberikan multiplier effect bagi para pelaku wisata, UMKM, dan menjadikan masyarakat lokal sebagai pengelola parekraf di kawasan Joglosemar,” kata Itok.

“Hal ini sejalan dengan target capaian Kemenparekraf yang berusaha menciptakan 4,4 juta lapangan kerja di tahun 2024 guna mendorong perekonomian nasional,” ujar dia.