Gedung Kementerian Pertahanan Jakarta
Jakarta, Indonsiainfo – Kolaborasi tiga negara yang tergabung dalam Area of Maritime Interest (AMI) sukses menurunkan ancaman keamanan Di Laut Sulu dan Sulawesi. Hal ini terlihat dari penurunan gangguan perampokan bersenjata terhadap kapal, penculikan, kejahatan transnasional dan terorisme.
Direktur Kerja Sama Internasional Pertahanan (Dirkersinhan), Kementerian Pertahanan, Steverly C. Parengkuan menyampaikan hal itu terkait kerja sama trilateral antara Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Kerja sama ini ditujukan untuk meningkatkan keamanan maritim di Laut Sulu dan Sulawesi.
“Hasil positif dari kolaborasi ketiga negara kita dalam Area of Maritime Interest (AMI) di Laut Sulu dan Sulawesi, telah ditandai dengan menurunnya ancaman keamanan secara signifikan,” ujar Steverly seperti dikutip dari laman resmi Kementerian Pertahanan, di Jakarta, Kamis (16/5/2024).
Meski demikian, pencapaian tersebut tidak boleh membuat lengah, karena tantangan keamanan tersebut masih ada dan suatu saat dapat mengancam kehidupan masyarakat.
“Terorisme akan terus menimbulkan tantangan karena mereka mampu tumbuh, beradaptasi dan menyebar, meskipun ada perkembangan global,” kata Steverly.
“Tantangan terorisme yang terus berlanjut mencakup radikalisasi online, radikalisasi perempuan dan pemuda, serta residivisme teroris. Kita harus waspada,” ujar dia dalam pertemuan INDOMALPHI Trilateral Cooperative Arrangement, yang berlangsung pada 14-17 Mei 2024, di Bandung.
Adanya tranformasi berbagai ancaman tersebut, kerja sama dan upaya kolektif sangat lah penting. Hal ini bisa dengan melakukan patroli udara dan maritim yang terkoordinasi secara rutin. Tentunya operasi ini untuk menjaga keamanan dan stabilitas di Laut Sulu dan Laut Sulawesi.
“Saya juga mendukung gagasan apa pun untuk lebih memperluas kerja sama trilateral kita, tidak hanya di bidang keamanan maritim, namun juga di bidang lain yang menjadi perhatian bersama,” kata Dirkersinhan.