• EKSEKUTIF

Menteri ESDM Sampaikan Langkah Terbaru Transisi Energi

M. Habib Saifullah | Jum'at, 24 Mei 2024 13:54 WIB
Menteri ESDM Sampaikan Langkah Terbaru Transisi Energi Menteri ESDM, Arifin Tasrif menyampaikan langkah terbaru untuk mencapai transisi energi (Foto: ESDM)

INDONESIAINFO.ID - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif menyampaikan update langkah terbaru untuk mencapai target transisi energi dan Net Zero Emission (NZE).

Menteri Arifin mengatakan, Indonesia telah menyampaikan Enhanced Nationally Determined Contribution (e-NDC) dan membuat Peta Jalan Net Zero Emission (NZE) sektor energi, dengan target yang sebelumnya 29 persen menjadi 32 persen pada 2030.

"Kami juga telah membangun peta jalan NZE pada sektor energi yang akan dicapai pada 2060 atau lebih cepat melalui transisi energi bersih," kata Arifin dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM, Jumat (24/5/2024).

Saat ini Pemerintah Indonesia sedang menyiapkan dokumen Second NDC yang memuat berbagai komitmen baru untuk pencapaian target pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dengan kemampuan sendiri dan dukungan internasional pada tahun 2031-2035, yang sejalan dengan skenario 1,5 derajat celcius.

Second NDC akan membandingkan pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) terhadap tahun rujukan atau reference year 2019, yang berbasis inventarisasi GRK. Jadi tidak lagi menggunakan baseline business as usual.

Selanjutnya, Indonesia juga akan memutakhirkan kerangka transparansi yang mencakup Sistem Registri Nasional (SRN) dan MRV (measurement, reporting and verification).

Selain komitmen mitigasi, Indonesia juga akan lebih memperkuat komitmen adaptasi perubahan iklim berdasarkan pelaksanaan Enhanced NDC.

Target pencapaian NZE pada 2060 diyakini dapat dicapai melalui penyelesaian beberapa tantangan, seperti potensi sumber energi terbarukan yang beragam, namun tersebar di berbagai titik di seluruh Indonesia yang jauh dari demand utama.

"Maka dari itu, kita perlu mengembangkan infrastruktur interkoneksi melalui jaringan listrik dan pipa gas untuk mendukung integrasi energi regional dan pembangunan ekonomi," kata Arifin.

Menteri Arifin mengatakan, Indonesia akan mengembangkan Super Grid untuk untuk mendukung pengembangan energi terbarukan, menyelesaikan kesenjangan antara produsen dan konsumen, serta intermiten energi terbarukan

"Pipa gas juga akan dibangun dari Sumatera ke Jawa untuk memanfaatkan sepenuhnya sumber daya gas kami," ujar dia.

Terkait dengan dukungan finansial, Arifin mengatakan, pengembangan proyek transisi energi bersih serta industri pendukungnya akan memerlukan pendanaan dan dukungan finansial lainnya.

"Ada beberapa inisiatif seperti JETP, AZEC, IPEP yang saat ini sedang berjalan. Namun, kita memerlukan dukungan keuangan lebih lanjut untuk mempercepat pencapaian NZE," kata Menteri Arifin.

"Terutama di bidang-bidang yang kurang menarik bagi sektor swasta, seperti penghentian penggunaan batubara serta modernisasi dan perluasan jaringan listrik," Ujar dia.

Dalam pemaparan upaya terbaru yang dilakukan untuk mencapai NZE, Arifin berdialog secara daring dengan Menteri Negara untuk Keamanan Energi dan Net Zero Inggris Justin Tomlinson dan Sekretaris Departemen Energi Filipina Raphael P.M. Lotilla.