• BUMN

PLN Tingkatkan Kapasitas PLTS Cirata Hingga 500 MWAc

M. Habib Saifullah | Selasa, 28 Mei 2024 15:21 WIB
PLN Tingkatkan Kapasitas PLTS Cirata Hingga 500 MWAc Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata (Foto: BUMN)

INDONESIAINFO.ID - PT PLN (Persero) melalui subholding PLN Nusantara Power (PLN NP) akan mengkaji potensi peningkatakan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga mencapai 500 Megawatt Alternating Current (MWAc) di PLTS Terapung Cirata.

Untuk mewujudkan hal tersebut, PLN NP menjalin kerja sama dengan Masdar, perusahaan energi asal Uni Emirat Arab (UEA). Kerja sama ini terjalin dalam bentuk penandatanganan Joint Development Study Agreement (JDSA).

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, pihaknya mendukung penuh langkah PLN NP untuk terus mengakselerasi agenda transisi energi di tanah air. Salah satunya dengan meningkatkan bauran energi baru terbarukan (EBT) di lingkungan pembangkitan PLN Group.

“PLN telah menjalankan strategi Accelerated Renewable Energy Development (ARED) dengan target penambahan kapasitas pembangkit sebesar 75% akan berbasis EBT dan 25% sisanya berbasis pada gas,” ujar Darmawan dikutip dari laman resmi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Selasa (28/5/2024).

Darmawan menekankan dibutuhkan kolaborasi dengan seluruh pihak, salah satunya perusahaan energi global yang sangat penting perannya dalam peningkatan kapasitas pembangkit EBT.

Termasuk melanjutkan kolaborasi PLN-Masdar yang sebelumnya telah sukses membangun PLTS Terapung Cirata berkapasitas 192 Megawatt peak (MWp) dan menjadi PLTS apung terbesar di Asia Tenggara.

"Ini kolaborasi internasional dalam akselerasi transisi energi. perubahan iklim ini masalah global, untuk itu dibutuhkan juga solusi secara global dalam bentuk kolaborasi," kata dia.

Chief Executive Officer (CEO) Masdar Mohamed Jameel Al Ramahi mengaku bangga dapat meneruskan kolaborasi pengembangan EBT di Indonesia bersama PLN. Pihaknya berharap JDSA kali ini dapat meningkatkan kapasitas PLTS Terapung Cirata secara signifikan.

"UEA berkomitmen untuk memajukan sektor energi Indonesia yang berfokus pada energi terbarukan," kata Jameel Al Ramahi.

"Sejalan dengan Konsensus UEA yang dicapai pada COP28, Masdar berdedikasi untuk menjalin kemitraan yang membuka solusi transformatif untuk akses energi bersih,” ujar dia.

Sementara itu, Direktur Utama PLN NP Ruly Firmansyah mengatakan, JDSA ini akan berperan penting dalam upaya pengembangan EBT di Indonesia. Khususnya untuk PLTS Terapung Cirata yang punya potensi besar untuk dikembangkan.

"PLN Nusantara Power bekerja sama dengan Masdar telah berhasil membangun dan mengoperasikan PLTS terapung terbesar ketiga di dunia," kata Ruly.

Penandatanganan JDSA antara PLN NP dengan Masdar dilakukan di sela-sela acara Konferensi Tingkat Tinggi World Water Forum (KTT WWF) ke-10 2024 yang diselenggarakan di Bali.