• EKSEKUTIF

Sertifikat Tanah Elektronik Diklaim Sulit Diduplikasi

M. Habib Saifullah | Rabu, 29 Mei 2024 16:25 WIB
Sertifikat Tanah Elektronik Diklaim Sulit Diduplikasi Menteri ATR/BPN Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)

INDONESIAINFO.ID - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan bahwa sertifikat tanah elektronik memiliki banyak keunggulan. Salah satunya ialah sulit diduplikasi.

"Sertifikat elektronik ini lebih aman, karena sudah masuk langsung ke dalam database bisa diakses oleh siapa pun sehingga jauh lebih sulit untuk diduplikasi, dipalsukan," ujar AHY di Jakarta, Rabu (29/5/2024).

Meski demikian, AHY meminta kepada para pemegang sertifikat tanah baik yang berbentuk buku maupun elektronik untuk selalu menjaga hak miliknya agar tidak terjadi pengambilan hak tanah oleh mafia tanah.

Lebih lanjut, AHY juga mengimbau masyarakat agar tidak takut dengan mafia tanah, sehingga masyarakat dapat melaporkan praktik kecurangan tersebut ke kantor ATR/BPN terdekat.

"Dengan demikian kami bisa tahu masalahnya apa, segera melakukan langkah-langkah dan mudah-mudahan bisa mencegah kerugian dan termasuk juga kita bisa menyelamatkan potensi kerugian negara," ujar dia.

Penerbitan masif sertifikat tanah elektronik merupakan salah satu tugas yang diberikan Presiden Joko Widodo kepada AHY ketika dilantik sebagai Menteri ATR/Kepala BPN pada (21/2/2024).

Selain memasifkan penerbitan sertifikat tanah elektronik, pihaknya juga akan memasifkan penerbitan sertifikat tanah melalui Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Saat ini, Program PTSL telah mencapai 91,3 juta bidang tanah yang telah disertifikatkan dari 120 juta bidang tanah yang ditargetkan di seluruh Indonesia.

Melalui digitalisasi sertifikat AHY mengatakan, hal ini merupakan peluang bagi Kementerian ATR/BPN untuk meningkatkan pelayanan dan kualitas data.

Salah satu dampak nyata digitalisasi sertifikat tanah akan terlihat pada meningkatnya perekonomian melalui penerimaan negara dan peningkatan pembangunan daerah berkelanjutan melalui perbaikan tata ruang wilayah.